07 Oktober 2015
VOLUME PENJUALAN, KRAS Proyeksi Kenaikan 30%

Bisnis Indonesia, 7 Oktober 2015

PT Krakatau Steel Tbk. optimistis volume penjualan tumbuh 30% hingga akhir tahun ini seiring dengan hadirnya pesanan baja dari proyek infrastruktur maupun manufaktur. Direktur Pemasaran Krakatau Steel Dadang Danusiri mengatakan pesanan baja yang diterima perseroan meningkat tajam, seiring positifnya respons pasar terhadap berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

“Hingga akhir kuartal III/2015, volume penjualan baja perusahaan bisa sesuai target. Saat ini kapasitas pabrik kami untuk memproduksi baja lembaran canai panas [hot rolled coil/HRC] dan baja lembaran canai dingin [cold rolled coil/CRC] sampai akhir tahun akan penuh,” tuturnya dalam keterangan pers, Selasa (6/10).

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah untuk memperkuat dan memberdayakan industri baja nasional sudah mulai berjalan. Contohnya saja, sinergi antara perseroan dengan BUMN karya, pengadaan tabung LPG, jembatan, dan pem buatan kapal, serta proyek lain yang di biayai APBN.

Kementerian Perindustrian mencatat salah satu proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah adalah pembangunan transmisi listrik sepanjang 46.000 kilometer. Nilai kebutuhan material transmisi itu selama 10 tahun mencapai Rp76,16 triliun.

Rencananya, jaringan itu terdiri dari transmisi 150 KV, 275 KV dan 500 KV yang akan dibangun selama 10 tahun mulai 2015 hingga 2024. Di antara ketiganya, transmisi 150 KV menjadi jaringan ter pan jang yaitu hingga 40.413 km.

Serapan baja nasional untuk proyek infrastruktur sebagai upaya meningkatkan ka pasitas terpasang industri yang saat ini ma sih berada pada kisaran 35% - 40% dari total kapasitas nasional mencapai 10 juta ton per tahun.

Selama Juni hingga Agustus 2015, emiten berkode saham KRAS itu telah meneken kerja sama untuk memasok baja ke berbagai pihak, seperti PT NS Bluescope Indonesia, PT Fumira, Cedex Steel and Metals Pty Ltd, dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Dengan NS Bluescope Indonesia, KRAS te lah meneken perjanjian long term supply agreement (LTSA) untuk mengirim baja lem baran canai dingin selama setahun ke depan, dengan volume rata-rata pe ngiriman 15.000 ton per bulan.

 Dilihat : 4271 kali