09 September 2015
Hentikan Penggunaan Produk Impor

Indo Pos, 9 September 2015
Hal: 16

PIPA pengeboran minyak dalam ukuran tertentu sebenarnya sudah dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak perlu lagi mengimpor pipa pengeboran. Karena itu, SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau seluruh operator minyak baik asing maupun lokal untuk menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pengadaan pipa pengeboran minyak di Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur (Indonesian Peoples Institute (IPI) Yusuf Lakaseng terkait masih banyaknya operator pengeboran minyak yang masih saja menggunakan pipa impor. Maski ada operator minyak yang konsisten menggunakan pipa lokal, seperti perusahaan minyak Chevron di Riau yang sudah 20 tahun ini menggunakan pipa buatan dalam negeri.

Yusuf juga meminta Kementrian ESDM agar lebih selektif dalam memberikan Masterlist untuk barang impor pendukung ekplorasi dan produksi migas. Sebab hasil penelitian IPI terkait regulasi terhadap industri dalam negeri sebenarnya sudah amat lengkap, hanya law enforcement terhadap peraturan ini yang masih sangat kurang. "IPI juga meminta Direktorat Bea dan Cukai supaya tegas dalam melakukan law enforcement terhadap pipa pipa baja impor," ujar Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/9).

Dia juga meminta Pertamina EP (Ekpkorasi dan Produksi) yang seharusnya menjadi panutan seharusnya menjadi contoh bagi operator minyak yang lain dalam hal penggunaan produksi dalam negeri. Apalagi Menteri Perindustrian Saleh Husein telah mengirimkan surat edaran kepada Menteri ESDM, SKK Migas, dnan Menteri BUMN supaya menggunakan produk nasional khususnya pipa baja dalam negeri.

"Presiden Jokowi juga sudah tegas-tegas menginstruksikan agar menghentikan impor pipa baja, apalagi dalam kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS. Dan rupiah kita akan terus melemah kalau terus menerus mengimpor semua peralatan dari luar negeri padahal peralatan itu sudah bisa diproduksi di dalam negeri sendiri. Per hari ini rupiah sudah menembus di angka Rp 14.400 per dolar AS, jadi kalau mau selamatkan rupiah hentikan impor pipa itu," pungkas Yusuf.

 Dilihat : 3224 kali