24 November 2007
Tantang Anak Muda KS Berinovasi

Usia ternyata bukanlah halangan bagi Fazwar untuk terus berprestasi dan memiliki semangat membangun. Terbukti di usia 60 tahun dia dinilai pemerintah masih layak tampil dan mengendalikan Krakatau Steel, perusahaan BUMN yang cukup besar. "Kendati usia saya sudah dibilang tua, saya tetap inovatif dan progresif, mengikuti karyawan kami yang sangat muda," papar Fazwar Bujang, direktur utama KS.

Dengan jabatan yang tinggi di KS, Bujang berkeinginan untuk mendorong karyawan muda lebih berinovasi lagi. Sebuah inovasi yang bukan saja memajukan perusahaan, tapi turut melahirkan kemudahan bagi masyarakat. Pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memang menyukai uji coba untuk suatu penemuan berarti. Selama berkarier di Krakatau Steel, Bujang pernah menciptakan suatu aplikasi. Dia mencetuskan aplikasi sistem kontrol jaringan saraf pada dapur listrik PT Krakatau Steel yang bekerja sama dengan BPPT. Kemudian, penemuan tersebut dipatenkan.
Temuan lain adalah peningkatan/optimasi sistem kontrol pemasangan sistem lampu listrik PT Krakatau Steel-PT KOL (power demand control), yang bekerja sama dengan HYL (Meksiko).

Inovasi tersebut telah membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi. "Bisa dibayangkan berapa penghematan yang dihasilkan dari inovasi tersebut," paparnya.Dan untuk meningkatkan kinerja KS agar bisa berkompetisi dalam kancah lokal maupun internasional, pria yang hobi olahraga jalan kaki ini, berusaha menyukseskan penawaran saham perdana atau initial public offering'(IPO). Mengenai pelaksanaannya yang berulang kali mundur, bukan soal besar bagi perusahaan. Justru penundaan ini sebagai suatu keberuntungan, karena aturan ini memungkinkan dana hasil IPO masuk ke kas perusahaan secara utuh. Yang nantinya akan digunakan ekspansi secara besar-besaran.
Dana segar dari lantai bursa ini dipakai untuk investasi KS, termasuk memodernisasi pabrik dan mesin, mulai dari iron making, steel making, hingga Rolling mill. Investasi ini diyakini bisa meningkatkan daya saing sehingga makin gesit dalam berkompetisi dengan produsen baja mana pun.
Namun demikian, lanjut Fazwar, apa yang diharapkan perusahaan adalah tiada arti bila dukungan pemerintah kurang. Bagaimanapun, dukungan pemerintah dalam bentuk komitmen untuk mengembangkan industri baja nasional sangat menentukan. Tanpa dukungan itu, industri baja perlahan akan mati suri.Tudingan KS selalu meminta dukungan dan proteksi pemerintah ditepisnya. Baginya yang terpenting, pemerintah dapat memberikan perlakuan yang sama dalam bersaing (playing field). Menurut pria yang fasih berbahasa Spanyol ini, di mana pun di seluruh dunia, pemerintah pasti melindungi industri baja lokal untuk bersaing dengan asing.

Sebagai bukti, bagaimana pemerintah AS yang dikenal penganut pasar bebas pernah melakukan perlindungan terhadap bisnis baja perusahaan AS dengan mengenakan sanksi penerapan bea masuk antidumping (BMAD) oleh pemerintah AS. Akankah pemerintah Indonesia melindungi industri lokal sebagaimana yang dilakukan AS, tunggu saja tanggal mainnya, (cep)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 24

 

 Dilihat : 3239 kali