21 Mei 2015
PT KS Raih Pendananaan untuk Bangun Pabrik Pengerolan Baja yang Baru

P_12 PT KS Raih Pendananaan untuk Bangun Pabrik Pengerolan Baja yang Baru.bmpCilegon (21/5) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman dengan Commerzbank AG dari Jerman melalui fasilitas Export Credit Agency (ECA) dengan total nilai pinjaman sebesar USD260.05 juta untuk pembangunan proyek HSM#2. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KS Sukandar dan Director Export Finance Commerzbank AG Ralph Lerch dan, Senior Vice President Commerzbank Export Finance Stefan Kilp berlokasi di The Royale Hotel Krakatau, Cilegon.

Pembangunan proyek HSM#2 ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk; dan memenuhi kebutuhan pasar domestik terutama untuk produk baja otomotif. Pabrik ini berlokasi di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon yang didukung dengan ketersediaan utiliti dan infrastruktur pendukung. Proyek ini ditargetkan akan selesai pada September 2017.

Dirut PT KS Sukandar mengatakan, pembangunan HSM#2 sangat penting bagi perusahaan. “Investasi ini akan tetap mempertahankan PT KS menjadi pemimpin pasar utama untuk produk Hot Rolled Coil (HRC) – baja lembaran panas - pada pasar nasional”, ungkapnya. Sukandar berujar pabrik yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir 2017 ini, juga bertujuan untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar HRC yang terus meningkat.

Lebih lanjut ia mengatakan, pasar baja global saat ini memang tidak bagus namun, pasar baja di Indonesia ke depannya masih tetap terbuka karena kebutuhan baja domestiknya yang terus meningkat. “Terlebih saat ini pemerintah sudah memberikan perhatian yang baik terhadap industri baja dengan berencana menaikan bea masuk baja”, lanjut Sukandar.

Sementara Ralph Lerch menyatakan, meski pasar baja dalam kondisi yang sedang turun, Indonesia masih merupakan pasar yang menjanjikan. “Kami akan terus mendukung PT KS dalam melakukan investasi dan ekspansi memperluas pasarnya hingga menjadi pemain utama di regional. Dukungan ini secara tidak langsung juga merupakan kontribusi commerzbank terhadap pertumbuhan infrastruktur di Indonesia”, ujar Ralph.

Sebelumnya, Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mendapatkan utang luar negeri terkait perjanjian pinjaman ini. Persetujuan ini menunjukkan dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia terhadap Perseroan untuk terus meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan industri baja dalam negeri.

 

Sekilas tentang HSM#2

Hot Strip Mill#2 atau pabrik pengerolan lembaran baja panas yang ke-2 dibangun di atas lahan seluas 48 hektar di kawasan industri milik anak usaha PT KS, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC). Pembangunan HSM#2 dimaksudkan untuk mempertahankan posisi market leader di pasaran domestik dengan meningkatkan kapasitas produksi Hot Strip Mill (HSM) dari 2.4 juta ton per tahun menjadi 3,9 juta ton per tahun pada tahun 2017. Pada tanggal 4 Juli 2014, PTKS telah melakukan penandatanganan kontrak Proyek HSM #2 dengan Konsorsium Kontraktor EPC yang terdiri atas SMS Siemag Aktiengesellschaft (SMS Siemag AG) dari Jerman dan PT Krakatau Engineering (PTKE) dari Indonesia yang merupakan anak usaha PTKS.

HSM #2 akan dibangun dengan desain kapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun pada tahap pertama, dan dapat diekspansi hingga mencapai kapasitas produksi 4 juta ton/tahun. HSM #2 menggunakan teknologi Conventional/Semi Continuous HSM sebagaimana HSM existing, namun dengan menerapkan teknologi terbaru yang lebih efisien dan mampu memproduksi HRC dengan kualitas tinggi.

 Dilihat : 8591 kali