01 Mei 2015
Penurunan Harga Baja Internasional Masih Berdampak pada Industri Baja Nasional

Kinerja Krakatau Steel Kuartal I Mulai Membaik

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus berupaya bangkit menuju ke arah yang lebih baik. Meski masih berada dalam situasi pasar baja yang melemah, upaya perbaikan kinerja mulai terlihat dengan menurunnya rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$ 42,3 juta pada kuartal I-2015, lebih rendah 8,6% dari periode sama tahun lalu sebesar US$ 46,3 juta.

“Di tengah tren penurunan harga baja dunia yang turut tercermin di pasar domestik seiring permintaan yang tetap stagnan dalam tiga bulan pertama tahun ini, manajemen Krakatau Steel terus berusaha melakukan langkah-langkah perbaikan. Kami perkirakan permintaan baja domestik akan membaik pada paruh kedua 2015 menyusul upaya pemerintah yang mulai membelanjakan anggaran proyek-proyek infrastrukturnya,” jelas Direktur Utama PTKS Sukandar, di Jakarta, Kamis (30/4). Menurutnya, permintaan baja global sepanjang tahun ini diprakirakan tetap flat, di sisi lain, produksi baja kasar diproyeksikan tumbuh 4%.

Lanjut Sukandar, di tengah situasi yang penuh tantangan, PT Krakatau Steel Tbk mampu meningkatkan penguasaan pangsa pasar, dari 41% pada 2013 menjadi 44% pada akhir 2014. Hal ini menjadikan PT KS tetap sebagai pemimpin pangsa pasar HRC.

Penjualan baja tulangan dan baja profil, misalnya, meningkat masing-masing sebesar 8,8% dan 0,5% menjadi 14,02 ribu ton dan 46,31 ribu ton pada kuartal I-2015. Sedangkan volume penjualan CRC hanya turun 0,7% menjadi 136,17 ribu ton.

Namun demikian, Harga jual rata-rata baja perseroan turun di kisaran yang bervariatif antara 3,6% hingga 12,4%. Harga jual rata-rata baja canai panas (hot rolled coil/HRC) dan baja canai dingin (cold rolled coil/CRC) masing-masing turun 8,2% dan 9,9% menjadi US$ 597/ton dan US$ 698/ton. Bahkan harga jual wire rod turun hingga 12,4% menjadi US$ 562/ton, baja tulangan turun 8,6% menjadi US$ 564/ton, dan baja profil turun 3,6% menjadi US$ 668/ton. Anjloknya harga baja internasional turut mendorong penurunan harga baja domestik.

Kerugian di atas disebabkan oleh kenaikan 78,6% beban keuangan dan kerugian yang diderita perusahaan asosiasi. Namun, melonjaknya laba selisih kurs sebesar US$ 26,3 juta dari kondisi rugi pada tahun lalu berhasil sedikit menutupi dampak dari tingginya beban keuangan dan kerugian dari perusahaan asosiasi.

Kerugian dari perusahaan asosiasi terutama berasal dari PT Krakatau Posco (PTKP) yakni, sebesar 51%. Meski demikian tingkat utilisasi pabrik Krakatau Posco cukup menggembirakan sebesar 87%.

Selama kuartal I-2015, harga baja China di pasar domestik Shanghai tercatat anjlok ke titik terendahnya, yakni US$ 400/ton dan harga baja impor di Asia Timur (cost and freight) mencapai US$ 394/ton dari posisi kuartal I-2014 yang masih tercatat di US$ 550/ton dan US$ 519/ton.

Dari sisi penjualan, perusahaan mengantungi pendapatan sebesar US$ 352 juta pada kuartal I-2015, turun 23,4% secara year on year. Meski beban pokok pendapatan menurun 22,2% menjadi US$ 349,4 juta, penurunan beban pokok ini belum dapat menutupi (off set) penurunan pendapatan perusahaan. Hal ini membuat perusahaan hanya dapat membukukan laba kotor sebesar US$ 2,7 juta, atau 74,6% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.

Menghadapi kondisi terus menurunnya harga baja, manajemen PT KS lebih memfokuskan penjualan produk-produk baja yang masih memiliki harga jual tinggi, seperti baja canai dingin, baja tulangan, baja profil, dan baja pipa (spiral & ERW).

 Dilihat : 6913 kali