02 April 2015
Tingkatkan Volume Penjualan, Penguasaan Pasar Produk HRC PT KS Naik

Tingkatkan Volume Penjualan, Penguasaan Pasar Produk HRC PT KS Naik

JAKARTA (2/4) - Di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif, PT Krakatau Steel Tbk mampu membukukan volume penjualan tertinggi selama 4 tahun (2011-2014) berturut-turut, yang dicetak pada akhir tahun lalu. Volume Penjualan Baja Lembaran Canai Panas yang merupakan produk utama Perseroan naik sebesar 13,20% dari 1,16 juta ton menjadi 1,31 juta ton pada tahun 2014. 

Hal yang sama juga terjadi pada volume produksi HRC yang turut mencapai level tertingginya pada 2014, yakni sebesar 1.87 ribu ton, dari tahun-tahun sebelumnya sebesar 1.761 ribu ton (2011), 1.836 ribu ton (2012), dan 1.821 ribu ton (2013). Pangsa pasar PTKS untuk baja canai panas (hot rolled coil) naik dari 2013 sebesar 7,3% menjadi 44% pada akhir tahun lalu. PT KS merupakan pemimpin pangsa pasar HRC untuk domestic.

Total aset PTKS pada 2014 juga turut naik 9,2% menjadi US$ 2,51 miliar. Manajemen bahkan mampu meningkatkan saldo kas sebesar 29,7% menjadi US$ 256,86 juta, di tengah-tengah kondisi penurunan rata-rata harga jual HRC domestik, yang membuat pendapatan neto perusahaan turun 10,34% menjadi US$ 1,87 miliar.

Sementara itu, kinerja tiga anak usaha utama PTKS, yakni PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Daya Listrik (KDL), terbilang sangat baik. Secara y-o-y, pendapatan neto KBS naik 33,29% menjadi US$ 56,78 juta seiring kenaikan aset 32,08% menjadi US$ 110,71 juta, sehingga mendongkrak perolehan laba bersih sebesar 42,72% menjadi US$ 10,79 juta. Hal yang sama juga terjadi pada KTI, di mana pendapatan perusahaan naik 15,61% menjadi US$ 23,62 juta dengan perolehan laba bersih meningkat 34,05% menjadi US$ 7,44 juta. Anak usaha lainnya, yakni KDL, membukukan peningkatan laba bersih sebesar 40,94% menjadi US$ 10,74 juta, meski pendapatan perusahaan turun 23% menjadi US$ 98 juta.

 “Ke depan, Krakatau Steel sebagai induk usaha akan terus mengembangkan kinerja dan kontribusi anak-anak usaha. Melalui langkah strategis yang dijalankan oleh manajemen, kapasitas produksi PTKS akan ditingkatkan hingga 127%, dari 3,15 juta ton pada 2013 menjadi 7,15 juta ton pada 2018,” kata Irvan K Hakim.

Meski kondisi eksternal tidak kondusif, PTKS terus melakukan langkah-langkah efisiensi (2014-2015), seperti memotong biaya overhead produksi secara agresif. Caranya dengan menekan beban tenaga kerja, optimalisasi pola operasi pabrik, dan meningkatkan sinergi dengan PT Krakatau Posco. Sebagai hasil atas langkah ini, efisiensi yang telah dilakukan pada 2014 mencapai US$ 195,5 juta. Daya saing juga ditingkatkan, dengan menurunkan biaya produksi rata-rata tahun 2013-2014 sebesar US$ 30,5/ton untuk hot rolled, US$ 28,3/ton untuk cold rolled, dan US$ 22/ton untuk long product.

“Langkah lainnya adalah peningkatan yield produksi flat product sebesar 3,8% menjadi 71%, penurunan non-conforming product baja lembaran dan baja kawat sebesar 1%, dan peningkatan produktivitas sebesar 29 ton pertenaga kerja, serta pengurangan 745 posisi,” urai Irvan K Hakim.

Ke depan, sejumlah pembangunan proyek untuk menekan efisiensi biaya energi dilakukan, seperti penyelesaian proyek Blast Furnace Complex, penyelesaian proyek 120 MW Combined Power Plant/CCPP, konversi gas-fired menjadi coal-fired steam generator 2x80 MW, dan subsitusi penggunaan gas alam dengan gas buang dari fasilitas Blast Furnace. Menurut Irvan K Hakim, proyek CCPP akan menurunkan biaya listrik di bawah harga PLN saat ini.

Krakatau Steel juga sedang membangun pabrik baru Hot Strip Mill (New Hit Strip Mill) berkapasitas 1,5 juta ton per tahun untuk memperluas ekspansi pasar produk HRC di Indonesia. Selain itu, Krakatau Steel akan membangun PT Krakatau Osaka Steel yang bekerja sama dengan Osaka Steel dari Jepang berkapasitas 500.000 ton per tahun. PT KOS akan memproduksi baja tulangan dan baja profil untuk keperluan konstruksi.

Untuk menguatkan di sektor otomotif, Krakatau Steel akan membangun PT Krakatau Nippon Steel Sumikin yang bekerja sama dengan Nippon Steel Sumitomo Metal Corporation dari Jepang. Pabrik ini akan memproduksi bahan material untuk kebutuhan otomotif berkapasitas 500.000 ton per tahun.

Perlu Dukungan Regulasi Pemerintah

Industri baja nasional meminta dukungan total pemerintah dari serbuan baja-baja impor dan  tekanan eksternal yang membuat harga baja dunia anjlok. Ada 10 dukungan yang dibutuhkan dan diusulkan industri ini kepada pemerintah.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Irvan K Hakim memaparkan, industri baja nasional di bawah naungan Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) telah mengajukan 10 usulan dukungan kepada pemerintah.

“Dukungan ini sangat diperlukan agar industri baja nasional sebagai mother of industries bisa sedikit leluasa dari tekanan eksternal. Terlebih PT Krakatau Steel Tbk sebagai satu-satunya industri baja terintegrasi di ASEAN masih berjalan dengan baik hingga kini, sementara perusahaan baja terintegrasi lainnya di ASEAN sudah banyak yang tutup,” jelas Irvan K Hakim seusai RUPS di Jakarta, Kamis (2/4).
 Kesepuluh regulasi pemerintah yang mendesak dikeluarkan adalah kenaikan Bea Masuk, percepatan penerapan bea masuk anti dumping sementara (BMADS), penurunan harga gas alam, kompensasi atas kenaikan tarif dasar listrik/TDL, pemberlakuan bea masuk anti dumping dan safeguard di FTZ Batam, peninjauan kembali kebijakan masterlist bea masuk ditanggung pemerintah/BMDTP IJEPA, peningkatan efektivitas pelaksanaan SNI dan standardisasi teknologi, implementasi program peningkatan penggunaan produk dalam negeri/P3DN, implementasi tata niaga impor baja paduan (boron) melalui modus pengalihan HS number, dan penegakan kepatuhan pajak (PPN).

Irvan K Hakim memaparkan, sepanjang periode 2011-2014, harga baja dunia terus mengalami penurunan secara tajam akibat kelebihan pasokan baja yang signifikan dari Tiongkok yang mencapai 82 juta ton pada 2014. Pasokan baja dunia yang berlebih ini membuat harga rata-rata baja canai panas (hot rolled coil/HRC) CFR (cost and freight) Asia Timur menurun dari US$ 702/ton pada 2011 menjadi US$ 519/ton pada 2014 dan hingga minggu ketiga Maret 2015 telah mencapai US$ 388/ton.

Kondisi anjloknya harga baja dunia tersebut turut membuat harga baja domestik ikut anjlok. “Harga jual HRC di domestik turun dari US$ 869 perton menjadi US$ 645 perton sepanjang periode 2011-2014,” kata Irvan K Hakim.

Harga jual HRC domestik yang masih lebih baik ini membuat produsen baja dunia, termasuk dari Tiongkok, mengekspor produknya, sehingga pasar domestik kebanjiran baja-baja impor. Sebanyak 3,4 juta ton baja impor membanjiri pasar domestik pada 2009, kemudian meningkat menjadi 8,2 juta ton pada 2013, atau terjadi lonjakan hingga sebesar 240%. “Padahal, kebutuhan baja domestik pada 2013 mencapai 12,7 juta ton. Baja impor menyerap hampir 64,5% dari kebutuhan baja domestik,” kata Irvan.

Masifnya serbuan baja-baja impor ke dalam negeri juga disebabkan pengenaan bea masuk baja impor yang relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga, yakni hanya sebesar 5%. Malaysia misalnya, mengenakan bea masuk sebesar 20% ditambah 24,8% tarif anti dumping sementara, termasuk kepada baja-baja produksi Indonesia. India dalam waktu dekat akan menaikkan tarif BM dari 7,5% menjadi 15%. Thailand mengenakan BM 5% ditambah kebijakan bea masuk anti dumping (BMAD) untuk 24 negara hingga 33%.

Selain itu, kebijakan FTA ASEAN-China, FTA ASEAN-Korea, IJEPA, mengenakan tarif minimal sebesar 0%. Pemerintahan China juga memberikan insentif bagi industri baja nasionalnya, dengan memberikan potongan pajak (tax rebate) ekspor produk bajanya sebesar 9% dan 13%, sehingga mendorong banjirnya baja murah China ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

 

 

Hasil Keputusan RUPS TAHUN BUKU 2014, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Jakarta, 02 April 2015.

 

Agenda 1

  1. Menyetujui:

Laporan tahunan Perseroan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan termasuk laporan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris selama tahun buku 2014.

  1. Mengesahkan:
    1. Laporan Keuangan PerseroanTahun Buku 2014 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, A Member Firm of Ernst & Young Global Limited, sebagaimana dimuat dalam laporannyaNo.: RPC-6838/PSS/2015 tanggal 25 Februari 2015, dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material,posisi keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tanggal 31 Desember 2014 dan hasil usaha, perubahan ekuitas, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia”, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (voledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama Tahun Buku 2014,sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana atau melanggar ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku serta tercatat pada Laporan Keuangan Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.
    2. Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, A Member Firm of Ernst & Young Global Limited, sebagaimana dimuat dalam laporannya Nomor: RPC-6951/PSS/2015 tanggal 27 Februari 2015 dengan pendapat “wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbktanggal 31 Desember 2014 serta aktivitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik”, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (voledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama Tahun Buku 2014, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana atau melanggar ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku serta tercatat pada Laporan Tahunan PKBL dan tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

Agenda 2

Rapat memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan gaji/honorarium, tunjangan dan fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun 2015.

 

Agenda 3

  1. MenetapkanKantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surja, A Member firm of Ernst & Young Global Limited, untuk mengaudit Laporan Keuangan PerseroanKonsolidasian dan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
  2. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi akuntan publik tersebut.
  3. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan KAP pengganti apabila oleh suatu sebab apapun KAP yang ditunjuk dalam RUPS ini tidak dapat melaksanakan tugasnya

Agenda 4

Memberikan pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan perubahan Anggaran Dasar Perseroan berupa peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan, dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

Agenda 5

Menerima dan menyetujui laporan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana Perseroan.

Agenda 6

Menyetujui penjaminan hutang dengan kekayaan Perseroan yang melebihi 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih, sehubungan dengan rencana Perseroan menjaminkan aset yang terdiri dari lahan pabrik, mesin dan peralatan yang ada diatasnya dengan nilai penjaminan sebanyak-banyaknyasebesar USD 378,4 juta (tiga ratus tujuh puluh delapan koma empat juta dolar amerika serikat) dalam rangka perolehan pinjaman dari Kreditur Luar Negeri untuk proyek pembangunan pabrik Baja Lembaran Canai Panas Baru (New Hot Strip Mill).

Agenda 7

  1. Menyetujui perubahan pasal-pasal anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 32/POJK.04/2014 & No. 33/POJK.04/2014 dan menyempurnakan ketentuan Pasal 15 ayat (2) huruf b angka xiv anggaran dasar Perseroan mengenai kewajiban Direksi Perseroan, sesuai dengan usulan Direksi yang telah disampaikan dalam Rapat, serta selanjutnya melaksanakan penyusunan kembali pasal-pasal anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyajian yang sistematis dan mudah untuk dipahami.
  2. Memberikan kuasa kepada Direksi untuk membuat akta pernyataan keputusan Rapat secara tersendiri dalam rangka pelaksanaan pelaporan atau persetujuan kepada instansi yang berwenang serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku

Agenda 8

Merujuk pada pasal 14 ayat (8) dan (9) serta Pasal 17 ayat (6) dan (7) Anggaran Dasar Perseroan bahwa pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dilakukan dari calon yang diusulkan oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna, dan untuk pelaksanaan pengangkatannya RUPS harus dihadiri Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dengan memperhatikan ketentuan perundangan yang berlaku.

 

Dewan Komisaris :

Komisaris Utama/Komisaris Independen  : Achmad Sofjan Ruky

Komisaris                                              : Binsar H. Simanjuntak

Komisaris                                              : Tubagus Farich Nahril

Komisaris independen                             : Hilmar Farid

Komisaris                                              : Roy E Maningkas

Komisaris                                              : Harjanto

 

Direksi :

Direktur Utama                                      : Sukandar

Direktur                                                : Hilman Hasyim

Direkstur                                               : Dadang Danusiri

Direktur                                                : Imam Purwanto

Direktur                                                : Anggiasari Hindratmo

Direktur                                                : Ogi Rulino

 

Segenap karyawan dan manajemen PT Krakatau Steel mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Pengurus Perseroan sebelumnya atas jasa-jasanya dalam memimpin perusahaan, mencurahkan segala pemikiran dan tenaganya demi kemajuan perusahaan. Dan Selamat Datang dan bertugas kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru, semoga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akan lebih baik di masa-masa mendatang.

 

 Dilihat : 11097 kali