30 Maret 2015
Krakatau Steel Tambah Capex Jadi US$ 511 Juta

Investor Daily, 30 Maret 2015

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 551 juta, naik dari rencana semula senilai US$ 500 juta. Perseroan akan menyerap 77% capex untuk membangun pabrik baja. Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel Iip Arief Budiman mengatakan, dari total capex 2015, sebanyak US$ 443 juta akan dialokasikan untuk proyek investasi Krakatau Setel sebagai induk usaha. Sementara senilai US$ 57 juta untuk proyek investasi anak perusahaan, dan sisa US$ 51 juta akan ditujukan untuk penyertaan modal pada anak usaha dan usaha patungan.

“Penyertaan modal itu termasuk untuk PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang menyasar baja otomotif dan PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang menyasar baja konstruksi,” jelas Iip dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (29/3).Pabrik KNSS dibangun di Cilegon, Banten, dengan modal disetor sebesar US$ 142 juta.

Perusahaan asal Jepang, Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation memiliki 80% kepemilikan KNSS dan Krakatau Steel memiliki 20%. Perkiraan nilai investasi untuk pendirian fasilitas produksi sekitar US$ 300 juta dan akan menyerap 280 orang tenaga kerja pada saat beroperasi. Bisnis utama KNSS adalah memproduksi dan memasarkan produk-produk baja lembaran berupa annealed cold-rolled steel dan hot-dip galvanized steel untuk keperluan otomotif.

Kapasitas produksi mencapai 480 ribu metric ton/tahun, dengan perkiraan mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2017. Sementara itu, pabrik PT KOS akan berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, menempati luas area 21,6 hektare (ha), dengan modal disetor sebesar US$ 70 juta. Osaka Steel Co Ltd memiliki 80% saham PT KOS dan 20% dimiliki oleh Krakatau Steel. Pabrik dengan nilai investasi sebesar kurang lebih US$ 220 juta ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2016, dengan target penjualan sebanyak 500 ribu ton/tahun, dan akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 170 orang.

Iip mengatakan, ekspansi pengembangan pabrik baja yang dilakukan di induk usaha bertujuan meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari 4,65 juta ton per tahun pada 2015 menjadi 7,15 juta ton pertahun pada 2017.

“Perseroan akan mulai menikmati ekspansi yang dilakukan mulai tahun 2016, seiring dengan turunnya capex yang akan dianggarkan pada 2016 dan 2017,” urai dia. Menurut dia, pada 2016, alokasi capex yang direncanakan akan turus drastis sekitar 51% menjadi US$ 271 juta. Penurunan capex juga berlanjut pada 2017 menjadi US$ 169 juta atau turun 38% dari rencana anggaran tahun depan.

“Tujuan dari ekspansi yang dilakukan perseroan adalah meningkatkan rasio produksi dari 322 ton per orang per tahun pada 2007 menjadi 1.088 ton perorang per tahun pada 2017 nanti,” jelas dia.

Pabrik Blast Furnace Pada semester II-2015, Krakatau Steel akan merampungkan pembangunan pabrik blast furnace. Pembangunan pabirik berkapasitas 1,2 juta ton per tahun ini sudah mencapai 83%. “Kami juga melakukan pengendalian capex, dalam arti selektif untuk proyek-proyek yang memang sangat dibutuhkan untuk kemajuan perseroan dan pendanaannya sudah ada,” kata dia.

Adapun blast furnace merupakan pabrik pengolahan energi. Sesuai rencana, blast furnace berfungsi untuk menurunkan biaya bahan baku, mengurangi konsumsi listrik, menyeimbangkan fasilitas produksi hulu dan hilir. Dengan adanya Perseroan memperkirakan, blast furnace yang menghasilkan Hot Metal untuk proses pembuatan baja dapat menurunkan biaya produksi US$ 60–80 per ton. Selanjutnya, pembangunan Combined Cycle Power plant (CCCP) dengan kapasitas 120 MW yang diharapkan dapat menurunkan biaya hingga 20% untuk biaya pembangkitan listrik.

Saat ini, kata Iip, perseroan tengah membangun Hot Strip Mill (HSM) II dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun sehingga total kapsitas HSM bakal menjadi 3,9 juta ton per tahun. Sedangkan pengembangan di anak usaha yang telah diselesaikan adalah pengembangan kapasitas pelabuhan dari 10 juta ton pertahun menjadi 25 juta ton pertahun. Selain itu, perseroan juga mengembangkan kapasitas supplai air dari 1.200 liter per detik menjadi 1800 liter per detik, serta pembangunan pabrik pipa baja ERW II dengan kapasitas 115 ribu ton per tahun. Nantinya, kapasitas total pabrik pipa baja akan menjadi 233 ribu ton per tahun.

Sepanjang 2014, Krakatau Steel berhasil menaikan pangsa pasar untuk baja canai panas (hot rolled coil) menjadi 44%, dari 41% pada 2013. Sedangkan, produksi HRC juga berhasil naik 2,7% (year on year) menjadi 1,87 juta ton dengan utilisasi naik 2% menjadi 78%.

 Dilihat : 6596 kali