22 November 2007
Pemasok resah terhadap peserta baru tender tabung gas

JAKARTA: Pemasok tabung gas Pertamina mulai resah terhadap kehadiran perusahaan lain yang menjadi peserta tender pengadaan tabung gas 3 kg untuk periode pengadaan 2008.Pemasok tabung gas periode 2007 berjumlah 12 perusahaan dari 22 perusahaan yang ikut tender. Pekan lalu, sebanyak 40 perusahaan tercatat mengikuti proses prakualifikasi tender untuk pengadaan 2008.
Dirut PT Mamasa Steel Centre (Hamasa) Johan Djohari mengatakan peserta tender di luar pemasok tabung saat ini mayoritas perusahaan yang bukan dari industri pengolahan logam dan baja.
Akibat hal itu, penambahan peserta tender tidak menjamin produsen tabung dalam negeri mampu memenuhi target pengadaan pemerintah sebanyak 25 juta tabung pada 2008. Jika belakangan perusahaan baru itu tak mampu memenuhi kapasitas produksi, opsi impor akan kembali diambil.

"Kami tidak tahu apakah impor lagi atau tidak karena keputusan pemerintah sering berubah-ubah. Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin tidak akan ada impor lagi," kata Johan, kemarin. Peserta tender yang bertambah banyak memaksa Hamasa Steel mengevaluasi rencana pendirian pabrik baru di kawasan Gunung Putri, Cileungsi, Bogor.

Hamasa Steel menyiapkan investasi Rp lOO miliar untuk pendirian pabrik baru tersebut 'guna meningkatkan kapasitas produksinya, dari 300.000 unit per tahun menjadi 900.000 unit.
Johan juga mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pendukung dan mesin produksi yang mencapai hampir tiga kali lipat dari harga sebelumnya, karena berdampak pada langkah efisiensi perusahaan.
"Harga mesin potong dan press naik sampai tiga kali lipat. Belum' lagi kawat besinya. Pasar mulai merespons intensitas kenaikan permintaan barangbarang itu untuk tahun depan."
General Manager PT Wijaya Karya Intrade Andi Nugraha mengkhawatirkan peserta tender yang bertambah serta kenaikan harga faktor produksi di pasar.
"Kami minta Depperin memfasilitasi kesepakatan harga dengan PT Krakatau Steel [produsen baja] karena takut harga baja makin meningkat."
Johan mengatakan Hamasa hanya mampu menyelesaikan 550.000 tabung elpiji dari kontrak 1,2 juta unit yang ditandatangani untuk periode enam bulan pada 2007.

Namun dia optimistis target produksi 2007 dapat dipenuhi setelah pabrik baru beroperasi, meski masih bergantung pada faktor eksternal a.l. keputusan kelanjutan impor dan perkembangan harga mesin dan bahan penunjang produksi.

Oleh : YUSUF WALUYO

sumber : Bisnis Indonesia, Page : T6

 

 Dilihat : 4530 kali