08 Januari 2015
Peletakan Refraktori Pertama sebagai Tonggak Sejarah Krakatau Steel

bf_2.jpgKamis(8/1), tonggak sejarah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT KS) kembali tegak, kali ini ditandai dengan peletakan batu refraktori pertama Coke Oven Plant (COP) di komplek proyek Blast Furnace PT KS, Cilegon. Peletakan ini dilakukan oleh Jajaran Direksi dan Komisaris PT KS, serta kontraktor pembangunan Pabrik Blast Furnace yaitu PT Krakatau Engineering dan MCC Ceri. Peletakan refraktori ini merupakan milestone awal dari seluruh proyek pembangunan Blast Furnace PT KS, yang ditargetkan bulan September 2015 sudah dapat beroperasi seluruhnya.

Dalam laporannya, Project Director Blast Furnace PT KS Raden Hernanto menyampaikan bahwa saat ini progres pembangunan seluruh pabrik Blast Furnace ini sudah mencapai 79,1 %, dan yang membuat bangga dari proyek ini adalah 99% pekerjanya merupakan orang Indonesia, hanya kurang dari 1% yang merupakan tenaga asing. “Progres Proyek Blast Furnace ini sudah mencapai 79,1%, sedangkan untuk konstruksi sudah 66%, dimana proyek ini dikerjakan oleh 99 % orang Indonesia. Hanya 38 orang dari total 2.600 pekerja merupakan tenaga asing, ini tentu sangat membanggakan,” jelasnya.

Semangat bekerja secara tim pun terus ditingkatkan, agar proyek senilai kurang lebih Rp 6 triliun ini dapat beroperasi sesuai target dan kualitas yang diinginkan,”Kami selalu mengadakan momentum bersama dari seluruh elemen dalam proyek ini, diantaranya kegiatan safety talk, seremoni, selamatan dan lain-lain. Hal ini agar semangat pekerja terus terjaga sehingga target dapat dipenuhi. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Tim yang telah bekerja keras tanpa lelah untuk menyelesaikan proyek ini,”tutupnya.

Sementara, Direktur Utama PT KS Irvan K Hakim menyambut baik kegiatan seremoni ini sebagai tonggak sejarah dan penyemangat tim dalam menyelesaikan proyek,”Syukur Alhamdulillah, kita pada akhirnya dapat melaksanakan kegiatan peletakan batu refraktori pertama Coke Oven dari Blast Furnace, ini merupakan momentum dan tonggak sejarah yang baik bagi perkambangan PT KS ke depan. saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan kontraktor, karena telah berupaya keras, untuk terus dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” jelasnya.

Pemasangan refraktori ini ditargetkan dapat selesai dalam 3 bulan ke depan, dimana refraktori ini didisain untuk dapat beroperasi selama 15 tahun. Diharapkan juga pada bulan April 2015 dapat dilakukan First Heating Up, dilanjutkan First Fusion di bulan mei 2015, First Blow In di bulan Juli 2015 dan akhirnya pada bulan September 2015 Proyek Blast Furnace dapat beroperasi seluruhnya.

Dalam pembangunan proyek Blast Furnace, PT KS dibantu oleh konsultan ahli yang dikoordinatori oleh MCC Ceri dari China, dibantu Seidin sebagai sub kontraktor yang merupakan desainer ternama di China, PT Krakatau Engineering, dan melibatkan konsultan Bao Steel yang telah membangun hampir 300 pabrik dengan tipikal yang sama di China.

bf_4.jpgUntuk memastikan kelancaran operasional pabrik Blast Furnace terutama isu terkait lingkungan, persiapan pengelolaan by product pabrik ini telah dilakukan, jika sebelumnya telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pemanfaatan Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) dengan PT Krakatau Semen Indonesia (PT KSI), dalam kesempatan ini pun dilakukan penandatanganan letter of intent (LoI) antara PT KS dengan PT Krakatau Poschem Dong-Suh Chemical (PT KPDC) tentang pemanfaatan coal tar dan benzol (light oil), dimana merupakan produk samping (by product ) COP yang masih dianggap sebagai limbah B3. Hasil produk samping yaitu coal tar  sebanyak 24.200 ton/thn dan benzol 6.550 ton/thn ini, akan dimanfaatkan oleh PT KPDC untuk menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat aman bagi lingkungan dan menguntungkan kedua belah pihak. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran PT KS Yerry dan Presiden Direktur PT KPDC Chou Yung Mun, dimana kerjasama awal ini akan berlangsung selama 5 tahun ke depan.

 Dilihat : 11065 kali