05 November 2014
Krakatau Steel Dukung Industri Pertahanan dan Alutsista

BUMNIS 5 - LR.jpgPada 5-8 Nopember 2014 diselenggarakan pameran Indo Defence Expo & Forum 2014 yang diikuti oleh Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) dan perusahaan lain di bidang industri pertahanan baik dari dalam dan luar negeri. Dalam kesempatan ini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Dahana (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) tergabung dalam BUMNIS Pavillion.

Pameran ini dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, KSAL Laksamana Marsetio, serta KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia. Pameran ini pun dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (7/11). Dalam ajang tersebut dipamerkan produk persenjataan dari sekitar 700 industri pertahanan dari 56 negara, di antaranya Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Republik Ceko, Turki, Qatar, dan Malaysia.

Bersamaan dengan itu, PT Krakatau Steel memperbarui kerjasama suplai baja khusus militer dengan PT Pindad (Persero) yang dihadiri oleh Plt. Direktur Utama PT Pindad (Persero) Tri Hardjono. Perjanjian itu ditandatangani di sela kegiatan Indo Defence 2014 di Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11). Sebanyak 98 persen bahan baku pembuatan peralatan militer berasal dari perusahaan baja itu.

BUMNIS 1 - LR.jpgSelain dengan PT Pindad (Persero), Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Irvan K Hakim juga menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan baja dengan Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin. Krakatau Steel mampu memproduksi baja dengan ketebalan mencapai 120 milimeter serta lebar 4,5 meter untuk mendukung industri kapal dan memperkuat kemandirian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Penandatanganan nota kesepamahan di antara BUMNIS ini merupakan salah satu upaya dalam optimalisasi penggunaan produk dalam negeri selain juga sebagai sinergi diantara BUMN. (WI)

 Dilihat : 8388 kali