20 November 2007
Essar Kaji Ulang Pendirian Pabrik Baja HRC

JAKARTA: PT Essar Indonesia, produsen baja canai dingin atau cold rolled coils (CRC) asal India, mengkaji ulang rencana membangun pabrik baja hulu senilai US 1,9 miliar. Niat Essar surut karena belum adanya kepastian pasokan bijih besi, dan belum kondusifnya iklim investasi di dalam negeri.

Technical Advisor Perluasan dan Pengembangan Essar Indonesia Djoko Subagyo mengatakan, Essar meragukan ketersediaan pasokan bijih besi di Kalimantan Selatan. Hingga sekarang belum ada hasil kajian studi komprehensif yang dapat menunjukkan besarnya cadangan bijih besi di Pulau Borneo. Terlebih lagi, lahan potensial penghasil bijih besi di wilayah itu sudah banyak dikuasai para pemegang kuasa penambangan (KP). Sebab itu, Essar tidak bisa leluasa melakukan eksplorasi lahan untuk mengetahui kandungan bahan baku. "Padahal Essar sudah menyelesaikan/easibitity study internal. Rencananya pabrik HRC (hot rolled coils, HRC) yang akan dibangun berkapasitas 2 juta ton pertahun," kata Djoko.

Djoko bilang, masalahnya semakin runyam, menyusul proses investigasi baja dumping yang tengah dilakukan Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI). Menurut Djoko, rencana penerapan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) telah menimbulkan reaksi keras dari industri hilir baja di Indonesia. Para produsen baja hilir, lanjut Djoko, menilai penerapan BMAD akan melahirkan iklim investasi yang tidak kondusif untuk kelangsungan usaha baja nasional.

"Sebaliknya, rencana ekspansi yang akan dilakukan Essar memerlukan terciptanya iklim usaha yang kondusif. Kan ironi kalau terjadi sebaliknya, investasi yang sudah ada malah ditutup dan hengkang," ucap Djoko yang pernah menduduki posisi Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (KS) pada 1996-1998 itu. Karenanya, Djoko menandaskan kalau saat ini perusahaan sedang mengevaluasi kembali rencana pendirian pabrik HRC di Jawa Barat itu. Menurut rencana semula, produksi HRC ini mengisi kekurangan bahan baku baja di hilir yang tidak dipasok oleh PT Krakatau Steel.

Sumber : Harian Kontan, Page : 18 

 

 Dilihat : 4606 kali