16 Oktober 2014
Krakatau Steel Siap Dukung Maritim Indonesia

Dalam seminar “Transformasi Konsep Maritim Indonesia: Penelusuran Kebijakan dan Desain Kelembagaan Maritim Nasional” di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, pada 16 Oktober 2014, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (PT KS) turut berpartisipasi dengan Direktur Pemasaran PT KS Yerry menjadi pembicara dalam salah satu sesi seminar tersebut. Pada kesempatan itu hadir pula Direktur Utama PT KS Irvan K. Hakim. Seminar ini didukung pula oleh Wakil Presiden Indonesia Terpilih 2014-2019 Jusuf Kalla yang menjadi Keynote Speaker. Hadir pula pembicara lain, yaitu Dekan Perikanan Universitas Hassanudin Prof. Jamaluddin Jompa, pengamat Pertahanan dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani, Dirut Pelindo RJ Lino, dan pengamat maritim Prof. Hasjim Djalal.

Maritim_LR_2.jpgTerkait dengan kemaritiman, industri baja bisa menjadi pelaku utama dalam pengembangan industri kemaritiman di Indonesia. Pelat baja PT KS dapat mencapai ketebalan 120 mm dan lebar 4,5 meter, yang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuat kapal sebesar apapun di Indonesia. Namun saat ini Galangan Kapal Nasional masih menghadapi beberapa kendala terutama terkait dengan kebijakan fiskal. Seperti kapal bekas impor yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sedangkan produk jadi atau komponen dikenakan biaya PPN sehingga tentunya industri galangan kapal nasional lebih rendah dibanding produk impor.

Karena kebijakan pajak ini akibatnya orang lebih memilih membeli kapal bekas daripada membuat kapal baru. Jika kebijakan itu diperbaiki industri kapal akan berkembang walaupun impor komponen pendukung tidak dapat dihindari.

“Sinergi di antara BUMN, seperti dengan PT PAL, PT PELINDO, PT DPS, PT DKB, akan memberikan kekuatan pada bidang kemaritiman Indonesia. Jika didukung oleh pemerintah, maka industri kapal yang menunjang kemaritiman bisa turut maju. PT KS sebagai pembuat bahan baku kapal pun pastinya akan berkembang pesat jika permintaan pembuatan kapal meningkat,” jelas Yerry dalam presentasinya.

Direktur Utama PT KS Irvan K. Hakim pun mengungkapkan bahwa konsep poros maritim akan kuat dan bisa dilaksanakan apabila memenuhi tiga hal utama yakni industri penunjang kuat, pelabuhan yang efesien dan Keberadaan industri yang berdekatan dengan pelabuhan. (WI)

 

 Dilihat : 9525 kali