20 November 2007
40 Perusahaan Ikut Tender Pengadaan Tabung Gas

JAKARTA (Media): Produsen Tabung Baja Resah,Bertambahnya pemain baru meresahkan para produsen tabung gas di tengah melambungnya harga bahan penunjang dan mesin produksi.

Pasalnya, saat ini 40 perusahaan tabung baja nasional tercatat ikut tender pengadaan 25 juta tabung elpiji ukuran 3 kilogram (kg) periode 2008 yang diadakan PT Pertamina (persero).

Dua produsen besar tabung baja nasional, PT Hamasa Steel Centre dan PT Wijaya Karya Intrade, mengemukakan hal itu secara terpisah ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.Kekhawatiran mereka mencuat saat pemerintah menyetujui opsi impor yang diajukan Pertamina beberapa waktu lalu.

"Kita juga dibikin bingung dengan keputusan pemerintah melakukan impor 4 juta tabung itu. Rencana 2008 nanti, kita juga tidak tahu ada impor lagi atau tidak. Pasalnya keputusan pemerintah kan berubah-ubah," kata Direktur Utama PT Hamasa Steel Centre Johan Djohari.

Dalam pertemuan yang diadakan Pertamina pekan lalu, jumlah produsen yang mengikuti proses prakualifikasi tender untuk 2008 mencapai 40 perusahaan.

Jika dibandingkan dengan pengadaan tabung elpiji 2007, cuma 22 produsen yang ikut serta dalam tender itu. Sementara itu kontrak Januari sampai Juni 2008 yang disepakati dalam pertemuan itu berjumlah 8 juta unit tabung elpiji.

Bertambah banyaknya peserta tender tak urung membuat Johan berpikir ulang terkait dengan rencana ekspansi melalui pendirian pabrik baru di kawasan Gunung Putri, Cileungsi, Bogor.

Investasi yang akan ditanamkan dalam rencana itu senilai Rp lOO miliar untuk menambah kapasitas produksi dari 300 ribu unit menjadi 900 ribu unit per tahun.
Dalam perkembangannya, Johan menuturkan perusahaan mengaku resah dengan melambungnya harga-harga bahan pendukung dan mesin produksi di pasar baja. Kenaikan harga yang terjadi hampir tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

"Harga mesin-mesin potong dan pres naik sampai tiga kali lipat. Belum lagi kawat besinya. Sebab, pasar sudah mulai merespons intensitas kenaikan permintaan barang-barang itu untuk tahun depan," paparnya.

Pada tender 2007 lalu, Hamasa hanya mampu menyelesaikan 550 ribu unit tabung elpiji dari kontrak 1,2 juta yang ditandatangani untuk periode enam bulan. Pihaknya masih optimistis, di masa datang target produksi dapat dipenuhi setelah pabrik baru beroperasi. Tetapi, hal itu juga tergantung faktor-faktor eksternal yang bisa saja terjadi, seperti keputusan impor dan perkembangan harga mesin dan bahan penunjang produksi.Keluhan yang sama juga diungkapkan General Manager PT Wijaya Karya Intrade Andi Nugraha.

"Kami agak khawatir. Soalnya jumlah perusahaan yang ikut tender bertambah. Kami minta agar Deperin memfasilitasi kesepakatan harga dengan PT Krakatau Steel (KS) karena ditakutkan harga baja yang meningkat akan menaikkan harga bahan baku."

Pada pengadaan 2008, Wika menargetkan kontrak 1 juta unit tabung elpiji. Untuk itu perusahaan akan menambah kapasitas produksi dari 700 ribu unit pada 2007 menjadi 1 juta unit untuk 2008.

"Investasi yang sudah dilakukan, penambahan mesin circum empat jadi 12, dan mesin blanking satu set seharga Rp l,8 miliar per unit," terangnya.

Dia berharap PT KS dapat memberikan kepastian harga bahan baku baja canai panas SG-295 sebelum memasukkan harga dalam proses tender. (Zhi/E-1)

Sumber : Media Indonesia, Page : 13 

 Dilihat : 2596 kali