20 November 2007
Dua Pabrikan Tabung Baja Investasi Rp 43 Miliar

JAKARTA: Pabrikan tabung baja nasional mulai merealisasikan penambahan investasi seiring dengan meningkatnya permintaan tabung elpiji bagi program konversi minyak tanah ke gas elpiji. Diantara produsen tabung baja yang mulai merealisasikan tambahan investasi adalah PT Hamasa Steel Centre dan PT Wijaya Karya, dengan total investasi sekitar Rp 43 miliar.

Dirut PT Hamasa Steel Centre, Johan Djohari, menuturkan dalam rangka peningkatan kapasitas produksi, pihaknya akan membangun pabrik baru dengan nilai investasi mencapai Rp 50 miliar. "Saat ini pembangunannya sudah sekitar 40 persen, dan ditargetkan sudah mulai berproduksi akhir Januari 2008 mendatang," papar Johan, Senin (19/11).

Dengan beroperasinya pabrik baru ini, maka kapasitas pabrik direncanakan naik dari 300 ribu menjadi 900 ribu unit per bulan. Diluar pembangunan pabrik baru, perseroan juga akan menganggarkan tambahan investasi untuk pengadaan mesin produksi."Berapa besar (investasinya) masih belum putus. Karena harga mesin-mesin masih terus bergerak naik," ujarnya.

Sementara General Manager PT Wijaya Karya (Wika), Andi Nugraha, menuturkan mulai 2008 mendatang, kapasitas pabrik tabung baja Wika akan ditingkatkan sebesar 300 ribu unit dari kapasitas terpasang saat ini 700 ribu unit per bulan. "Karena target kita bisa mendapatkan kontrak 1 juta tabung untuk kebutuhan selama Januari-Juni 2008," ujarnya.

Investasi tambahan yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi ini, mencakup penambahan mesin-mesin produksi. "Total pengadaan mesin mencapai Rp 13 miliar," tambahnya.

Johan juga mengatakan, meski industri tabung baja di dalam negeri sudah bisa meningkatkan kemampuan kapasitas produksi mereka, namun masalah kenaikan harga bahan baku utama maupun penolong masih akan menjadi kendala dalam produksi. "Belum lagi kenaikan harga gas di tengah pasokan yang terbatas," cetus Johan.

Hal senada diungkapkan General Manager Wika, Andi Nugraha. Untuk mengatasi berbagai kendala produksi ini, Andi meminta Departemen Perindustrian memfasilitasi kesepakatan harga dengan PT Krakatau Steel (KS). "Dikhawatirkan harga baja dunia yang semakin meningkat, akan menaikkan harga bahan baku ke industri tabung baja di dalam negeri."

Sumber : Republika, Page : 14 

 Dilihat : 4834 kali