04 September 2014
Prospek Industri Baja Solid

Investor Daily, 4 September 2014
Penulis: (ac)
Hal: 8
 
JAKARTA – Prospek industri baja nasional solid, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Pada 2020, penjualan baja domestik diperkirakan mencapai 21 juta ton, dibanding 2013 sebesar 14,5 juta ton.

"Industri baja nasional berperan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia mengingat posisinya sebagai mother of industries. Baja yang dihasilkan sangat dibutuhkan untuk pengembangan infrastruktur, industri pertahanan, hingga manufaktur," ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KS) Irvan K Hakim di Jakarta, Rabu (3/9).

Menurut dia, permintaan baja nasional terus meningkat pesat. Namun, hal ini tidak sepenuhnya dinikmati pemain baja lokal. Buktinya, sebanyak 60% pasar baja dalam negeri dipasok produk impor.

Dia menerangkan, konsumsi baja Indonesia per kapita masih sangat rendah, yakni hanya 50 kilogram (kg) per tahun, jauh di bawah Malaysia sebesar 300 kg per tahun, Korea Selatan (Korsel) 1.000 kg per tahun, dan Jepang 500 kg per tahun. Irvan mengatakan, tingginya konsumsi baja di Korsel karena pemerintah negara itu menerapkan kebijakan peningkatan produksi (production push).

"Invisible hand negara perlu diterapkan untuk menggerakkan permintaan, seperti jembatan harus menggunakan baja, jangan beton. Rumah tipe sekian harus menggunakan baja atau daerah-daerah rawan gempa gedunggedungnya harus dibangun dengan struktur baja," kata dia.

Melihat pesatnya kebutuhan baja di masa mendatang, KS selaku perusahaan baja nasional terbesar melakukan antisipasi sedini mungkin melalui berbagai rencana pengembangan. Ekspansi ini KS bertujuan menopang fase kedua Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2016-2020, dengan fokus percepatan pembangunan infrastruktur jangka panjang.

Seluruh pengembangan bisnis inti baja yang dilakukan KS membutuhkan pengembangan industri pendukung melalui anak perusahaan atau perusahaan afiliasi. "Dengan selesainya keseluruhan program pengembangan, kemampuan pasokan baja KS akan mencapai 7,2 juta ton pada 2017 dari tahun 2013 sebesar 3,2 juta ton," kata Irvan.

 Dilihat : 7500 kali