12 Agustus 2014
EKSPANSI USAHA | KRAS Jajaki Pinjaman US$250 Juta

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tengah menjajaki pinjaman melalui Bank Jerman senilai US$250 juta yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik Hot Strip Mill (HSM) baru di Cilegon.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar mengatakan perseroan siap menanamkan investasi sekitar US$400 juta-US$500 juta (termasuk lahan) untuk meningkatkan kapasitas produksi baja lembaran panas (hot rolled coil/HRC) sekitar 1,5 juta per tahun.

Pabrik baru yang dinamai pabrik Hot Strip Mill#2 (PTKS HSM#2 Project) ini diperkirakan beroperasi pada 2017. Saat ini, perseroan sudah memiliki dana senilai Rp928,3 miliar atau setara US$105,6 juta yang berasal dari dana perolehan IPO perseroan pada 2010. Emiten berkode KRAS itu juga tengah melakukan penjajakan dengan Bank Jerman untuk mendapatkan pinjaman senilai US$250 juta.

“Financing sedang diproses ke Export Credit Agency negara Jerman melalui Bank Jerman yang memang berpartisipasi saat proses tender,” katanya ketika dihubungi Bisnis, Senin (11/8).

Dengan equity dan lahan sekitar 48 hektare yang sudah disiapkan oleh KRAS, financing senilai US$250 juta dinilai sudah mencukupi. “Sekarang semua sedang dalam diskusi. Kami belum tahu kapan akan direalisasikan, yang pasti akhir November harus sudah ditandatangani proyek tersebut,” jelasnya.

Pembangunan pabrik akan dimulai pada kuartal IV/2014 atau kuartal I/2015. Adanya pabrik HSM#2 ini akan meningkatkan kapasitas HRC perseroan pada 2017 menjadi 3,9 juta per tahun dari kapasitas saat ini 2,4 juta ton per tahun.

Pembangunan pabrik HSM baru ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar HRC, sekaligus mempertahankan pangsa pasar perseroan. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya saing produk dan memenuhi kebutuhan pasar domestik terutama untuk produk baja otomotif. 

Rencananya, pabrik akan berlokasi di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon yang didukung dengan ketersediaan utiliti dan infrastruktur. Lokasi pabrik juga dekat dengan sumber bahan baku, yakni dari PT Krakatau Posco.

Pada 4 Juli 2014, perseroan telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan Pabrik Hot Strip Mill #2 Project dengan konsorsium kontraktor yang terdiri dari SMS Siemag AG (Jerman) dan PT Krakatau Engineering. Pabrik Hot Strip Mill#2 ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas sehingga memenuhi keinginan konsumen.

Pembangunan pabrik meliputi pembangunan 1 unit reheating furnace, 1 unit roughing mill, 5 stand finishing mill, laminar cooling, dan 1 unit down coiler. Adapun, fasilitas pendukung yang akan dipasok di antaranya meliputi slab yard, coil yard, roll shop, dan water treatment plant. 

Usaha Patungan

Pada sisi lain, KRAS bersama Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) baru saja menandatangani perjanjian final pendirian usaha patungan bernama PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang bergerak dalam produksi dan penjualan produk-baja untuk otomotif. 

Perjanjian final tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama KRAS Irvan K. Hakim dan Presiden & Direktur Representatif NSSMC Kosei Shindo, di Gedung Krakatau Steel Jakarta, Senin (11/8). KNSS telah berdiri pada Desember 2012 melalui head of joint venture agreement. Adapun perjanjian final (final joint venture agreement) yang ditandatangani saat ini dilakukan setelah proses diskusi yang lebih merinci mengenai terms and conditions usaha patungan tersebut.

Pabrik KNSS akan didirikan di Cilegon, Banten, dengan modal disetor sebesar US$142 juta. NSSMC memiliki 80% kepemilikan KNSS dan KRAS memiliki 20%.

Perkiraan nilai investasi untuk pendirian fasilitas produksi sekitar US$300 juta dan akan menyerap 280 orang tenaga kerja pada saat beroperasi. Bisnis utama KNSS adalah memproduksi dan memasarkan produk-produk baja lembaran berupa annealed cold-rolled steel dan hot-dip galvanized steel untuk keperluan otomotif. Kapasitas produksi mencapai 480 ribu metric ton/tahun, dengan perkiraan mulai berproduksi pada pertengahan 2017.

Sumber: Bisnis Indonesia, Halaman 10, 12 Agustus 2014

 Dilihat : 10379 kali