11 Juli 2014
Baja Batangan Wajib SNI

Kementerian Perindustrian memberlakukan Standar Nasional Indonesia baja batangan untuk keperluan umum. Langkah ini untuk meningkatkan daya saing industri baja nasional dan melindungi konsumen agar mendapatkan baja dengan mutu terjamin sesuai standar. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perindustrian Hartono dalam siaran persnya, Jumat (11/7), menyatakan Standar Nasional Indonesia (SNI) baja batangan untuk keperluan umum tersebut berlaku wajib terhitung enam bulan sejak diundangkan pada 3 Juni 2014.

Baja batangan untuk keperluan umum adalah baja berbentuk batang, berpenampang bulat dengan permukaan polos yang digunakan bukan untuk keperluan penulangan konstruksi beton. SNI wajib tersebut nantinya diberlakukan untuk produk baja yang diproduksi dalam negeri dan baja impor yang beredar di dalam negeri. Regulasi itu tidak berlaku untuk baja keperluan khusus seperti baja hibah negara asing dan baja contoh riset, pengembangan produk, serta pameran. Baja contoh uji sertifikat produk penggunaan tanda SNI dan baja batangan untuk keperluan umum yang diekspor tidak terkena regulasi tersebut.

Menurut Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin Harjanto dalam harian Kompas (12/7), beberapa waktu terakhir, impor baja mulai turun. Kondisi ini dinilai dapat mendorong konsumsi baja produksi dalam negeri.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor besi dan baja Januari-Mei 2014 senilai 3,538 miliar dollar AS. Nilai ini turun dibandingkan periode Januari-Mei 2013 yang sebesar 4,634 miliar dollar AS. Nilai impor besi dan baja periode Januari-Mei 2014 sekitar 6,34 persen dari total impor non-migas Indonesia.

Sumber: Harian Kompas, 12 juli 2014

 Dilihat : 6210 kali