27 Juni 2014
Krakatau Steel Tandatangani Ikrar Pengendalian Gratifikasi

ks-kpk-gratifikasi-2.jpgSebagai upaya memperkuat komitmen pemberantasan korupsi, PT Krakatau Steel Tbk menandatangani pakta integritas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bidang pengendalian gratifikasi. Ikrar komitmen ini diberlakukan terhadap seluruh anak usaha PT Krakatau Steel.

Penandatanganan komitmen Krakatau Steel dalam menerapkan pengendalian gratifikasi di lingkungan perusahaan dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim dengan Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, di Kantor Pusat Krakatau Steel Jakarta, Jumat, (27/6).

Dalam ikrar komitmen yang ditandatangani, Krakatau Steel menerapkan pengendalian gratifikasi dengan tiga prinsip dasar. Pertama, PT Krakatau Steel tidak akan menawarkan atau memberikan suap, gratifikasi, atau uang pelicin dalam bentuk apapun kepada lembaga pemerintah, perseorangan atau kelembagaan, perusahaan domestik atauasing untuk mendapatkan berbagai bentuk manfaat/kemudahan sebagaimana dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku.

Prinsip dasar kedua, Krakatau Steel tidak akan meminta atau menerima suap, gratifikasi, dan uang pelicin dalam bentuk apapun dari perseorangan atau kelembagaan, perusahaan domestikatau perusahaan asing terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, Krakatau Steel bertanggung jawab mencegah dan mengupayakan pencegahan korupsi di lingkungannya, denganmeningkatkan integritas, pengawasan, dan perbaikan sistem sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim mengatakan, dalam penerapan pengendalian gratifikasi dilingkungan perusahaan KS, manajemen akan mempersiapkan anggaran yang diperlukan meliputi antara lain kegiatan penyusunan aturan, Training of Trainers (ToT), sosialisasi/diseminasi, pemrosesan pelaporan penerimaan hadiah/fasilitas serta monitoring dan evaluasi.

“Krakatau Steel juga akan menyediakan sumber daya manusia, termasuk membentuk pelaksana pengendalian gratifikasi yang bertugas untuk menerapkan pengendalian gratifikasi,” jelas dia.

Langkah lainnya adalah Krakatau Steel bersama KPK akan menjaga kerahasiaan data pelapor penerima hadiah/fasilitas kepada pihak manapun, kecuali diminta berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Irvan mengatakan bahwa direksi KS di bawah pengawasan dewan komisaris senantiasa menyerukan larangan kepada pelaku bisnis di lingkunganperusahaan serta pemangku kepentingan untuk menerima maupun memberikan segala bentuk pemberian, hadiah, dan lain-lain, yang berkenaan dengan jabatannya dan bertentangan dengan tugas serta wewenangnya, sehingga dapat menimbulkan benturan kepentingan. “Kami sudah bertekad bahwa setiap pelanggar akan dikenakan sanksi tegas dan keras,” kata Irvan.

Irvan memaparkan, KS memiliki empat nilai budaya perusahaan, yang disebut CIRI, yakni competence, integrity, reliable, dan innovative. Dari keempat unsur itu, integrity merupakan faktor yang paling utama dalam membangun PT Krakatau Steel yang bersih dan profesional. Denganmengedapankan integritas yang tinggi, visi dan misi perusahaan akan dicapai dengan cara yang bermartabat.

Sementara itu, Komisaris Utama Krakatau Steel Zacky Anwar Makarim menuturkan bahwa dewan komisaris mendukung penuh program komitmen pengendalian gratifikasi guna menghilangkan atau mencegah terjadinya segala bentuk korupsi dan penyimpangan di PT KS.

“Karyawan di PT Krakatau Steel dan grup harus memberi perhatian penuh dan berkomitmenakan kesadaran pelaporan atas penerimaan gratifikasi. Dengan adanya programpengendalian gratifikasi ini, sangat bermanfaat untuk meningkatkan integritas karyawan, serta persepsi positif bagi stakeholder dan mengangkat kredibilitas nilai perusahaan,” jelas Zacky.

Menurut Zacky, program pengendalian gratifikasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaporan gratifikasi di Krakatau Steel dan grup, membentuk lingkungan yang sadar danterkendali dalam penanganan gratifikasi. Selain juga untuk mempermudah pelaporan atas penerimaan gratifikasi dan sebagai motor pengendali gratifikasi.

Sumber: antaranews

 Dilihat : 9128 kali