27 Maret 2014
Krakatau Steel Canangkan Terus Melakukan Pengembangan Bisnis Baja

Perseroan Lakukan Transformasi Bisnis Melalui Anak Usaha untuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global 

JAKARTA, 27 Maret 2014 – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) merencanakan untuk terus melakukan pengembangan bisnis inti baja melalui peningkatan kapasitas produksi baja. Pada tahun 2018, kapasitas produksi produk baja Perseroan dan afiliasinya akan tumbuh lebih dari 2x yaitu bertambah sebesar 127% dari 3,15 menjadi 7,15 juta ton per tahun baik melalui PT Krakatau Steel Induk, Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan. Selain itu Perseroan juga bertekad untuk membangun daya saing biaya sehingga pada tahun 2018 ditargetkan penurunan biaya produksi slab sebesar kurang lebih 25-30%. Untuk meningkatkan nilai tambah produk, Perseroan juga menambah fasilitas hilir sehingga terjadi penambahan kapasitas produksi produk bernilai tambah tinggi khususnya untuk sektor otomotif and pipa migas sebesar lebih dari 300% dari 200 ribu menjadi 860 ribu per tahun. Disamping itu Perseroan juga akan mengoptimalkan kontribusi pendapatan dari sektor non-baja sehingga pada tahun 2018 terjadi peningkatan penjualan sebesar 50-60%.

Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K Hakim menjelaskan, aset-aset anak usaha yang dioptimalkan mencakup bidang properti, infrastruktur  seperti pelabuhan, , pembangkit listrik, distribusi air, utilities dan nantinya pengolahan limbah industri.

“Meski pendapatan dari aset-aset sektor non-baja ini persentasenya di bawah kontribusi dari aset produksi baja, namun secara nominal absolut nilainya sangat signifikan. Dengan reposisi ini, perseroan di masa datang akan jauh lebih tegar dan kuat dalam menghadapi fluktuasi harga baja dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah,” kata Irvan K Hakim dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2013, di Hotel Kartika Chandra, Kamis (27/3).

Melalui sejumlah anak perusahaan, Krakatau Steel terus meningkatkan infrastruktur penunjang guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan produksi baja. Ekspansi dilakukan antara lain melalui PT Krakatau Bandar Samudera, yang telah meresmikan fasilitas kepelabuhanan, dengan membangun dermaga 3,5, dan 6, sehingga kapasitas bongkar muat menjadi 25 juta ton pertahun, sekaligus menjadi pelabuhan curah terbesar dan terdalam di Indonesia.

Untuk kebutuhan energi, anak usaha lainnya PT Krakatau Daya Listrik, melakukan usaha produksi yang efisien melalui penambahan fasilitas Combined Cycle Power Plant; sebesar 120 MW, dan bersama dengan Posco Energy membentuk perusahaan joint venture PT Krakatau Posco Energy berkapasitas produksi 200 MW, sehingga kapasitas total produksi energi meningkat menjadi 720 megawatt.

Melalui PT Krakatau Tirta Industri, yang telah menambah kapasitas produksi air industri menjadi 55,98 juta liter per tahun, kemampuan waduk penampungan untuk air industri juga ditingkatkan hingga 5 juta meter kubik/tahun. Ekspansi lahan industri juga dilakukan oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, yang saat ini tengah menyiapkan 100 hektare dari rencana 500 hektare lahan untuk kawasan industri baru.
Irvan menyatakan keyakinannya, anak usaha ini akan memberikan kontribusi positif terhadap KS apabila pertumbuhan ekonomi stabil pada posisi 6,3% - 6,5% seperti pernah dicapai tahun lalu. Menurut dia, dengan ekonomi stabil maka investor akan banyak berminat, seperti penjualan pipa anak usaha PT KHI akan meningkat karena banyak perusahaan minyak, gas, dan properti yang berkembang.

Namun untuk 2014, Irvan melihat banyak tantangan yang akan dihadapi,  diantaranya harga komoditas terkait baja yang saat ini sedang tidak baik. Harga batu bara, bahan mineral, bahkan baja jatuh. Dengan demikian, langkah untuk mengoptimalkan pendapatan non baja akan terus ditingkatkan, kajian bisnis diharapkan selesai dalam 1 - 2 bulan ke depan.

Seperti diketahui saat ini, industri baja global menghadapi kelebihan pasokan, yang merupakan kelanjutan dari tren yang terjadi sejak tahun lalu. Kapasitas produksi terpasang baja dunia sekitar 2 miliar ton. Menurut World Steel Association, asosiasi penghasil baja dengan pangsa pasar 85%, pada 2014 akan terjadi pemulihan permintaan baja dunia seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian negara-negara maju.

Negara China, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan permintaan baja dunia, mengalami perlambatan pertumbuhan, sehingga WSA memprakirakan pertumbuhan permintaan baja dunia akan meningkat 3,3% menjadi 1,523 juta ton.


Hasil RUPST
Dalam RUPST Krakatau Steel (Persero) untuk tahun buku 2013, telah mengesahkan dan menyetujui hal-hal sebagai berikut :

  1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas pengawasan Dewan Komisaris selama tahun buku 2013.
  2. Rapat memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwi Warna untuk menetapkan gaji/honorarium, tunjangan dan fasilitas bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun 2014.
  3. a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (Ernst &    Young) untuk mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan Program    Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada                   tanggal 31 Desember 2014.
    b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik tersebut. 
  4. Menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan perubahan Anggaran Dasar Perseroan berupa peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh dalam rangka Pelaksanaan Program Hak Opsi Kepemilikan Saham untuk Manajemen & Karyawan (Management & Employee Stock Option Plan/MESOP).
  5. Menyetujui perubahan peruntukan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) sebesar Rp 928,30 Milyar (yang saat ini tersimpan dalam mata uang USD 105,6 juta) dari semula untuk modernisasi dan ekspansi Pabrik Baja Lembaran Canai Panas menjadi untuk pembangunan Pabrik Baja Lembaran Canai Panas Baru (New Hot Strip Mill). 
  6. Menyetujui pemberian tambahan jaminan perusahaan (Corporate Guarantee) senilai US$27,000,000 atas pinjaman yang diterima oleh PT Krakatau Posco, yang diberikan secara proporsional dengan pemegang saham lainnya di mana porsi Perseroan yang semula US$ 551,700,000 akan menjadi US$ 578,700,000 atau 55% dari ekuitas Perseroan sehingga  melebihi 50% dari ekuitas Perseroan. 
  7. Menyetujui Perubahan Susunan Pengurus Perseroan sebagai berikut:

  

Dewan Komisaris
Komisaris Utama    : Zacky Anwar
Komisaris             : Tubagus Farich Nahril
Komisaris     : Binsar H. Simanjuntak
Komisaris     : Budi Darmadi
Komisaris Independen  : Mohammad Imron Zubaidy
Komisaris Independen   : Achmad Sofjan Ruky 
Direksi  
Direktur Utama     : Irvan Kamal Hakim

Direktur Produksi    

: Hilman Hasyim
Direktur Keuangan (Independen)   : Sukandar
Direktur SDM & Umum   :

Dadang Danusiri

Direktur Pemasaran     : Yerry
Direktur Logistik    : Imam Purwanto
Direktur Teknologi dan  
Pengembangan Usaha   
: Widodo Setiadharmaji

 

 Dilihat : 12691 kali