24 Januari 2014
Dumping Produk Besi atau Baja, Eksportir Dikenai BMAD 4,4%-7,4%

Bisnis Indonesia, 24 Januari 2014
Penulis: (Ringkang Gumiwan)
Hal: 6

 

JAKARTA—Mulai Februari 2014, produk impor berupa canai lan taian dari besi atau baja asal China, Korea Selatan, dan Taiwan, akan dikenakan bea masuk anti dumping (BMAD).

Eksportir produk besi atau baja dari ketiga negara itu dikenakan bea masuk bervariasi mulai dari 4,4%—7,9% selama 5 tahun ke depan.

Keputusan tersebut tertuang dalam PMK No.10/PMK.011/2014 tentang BMAD terhadap impor produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan yang di sepuh atau dilapisi dengan timah dari China, Korea Selatan dan Taiwan.

Dalam PMK yang diterbitkan Kamis (23/1) itu, Menkeu M. Chatib Basri menyatakan pengenaan BMAD berlaku selama 5 tahun mulai 16 Februari 2014. Bea masuk anti dumping dikenakan setelah Komite Anti Dumping Indonesia membuktikan adanya praktek dumping dari produk canailantaian dari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 600 mm atau lebih, disepuh atau dilapisi dengan timah, dengan ketebal an kurang dari 0,5 mm dengan pos tarif HS 7210.12.10.00 dan 7210.12.90.00.

Pengenaan itu juga mempertimbangkan Pasal 2 ayat 1 PP No. 34/2011 yang menyebutkan barang impor dapat dikenakan BMAD, apabila harga ekspor dari barang yang diimpor lebih rendah dari nilai normalnya dan menyebabkan kerugian.

“Kami siap menjalan kan ketentuan PMK tersebut yang akan berlaku pada 16 Februari 2014,” ujarDirektur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Susiwijono Moegiarsodalam pesan singkatnya.

 

 Dilihat : 7633 kali