19 November 2007
Essar gugat petisi dumping baja KS

JAKARTA: PT Essar Indonesia anak perusahaan Essar Steel Ltd, India akan menggugat petisi dumping baja hot rolled coils (HRC) PT Krakatau Steel karena isinya dinilai tidak berdasarkan fakta komprehensif dan cenderung menyudutkan induk perusahaannya dan importir lainnya.
Essar Indonesia meminta Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) bersikap hati-hati dan adil terhadap dugaan dumping yang diajukan BUMN baja nasional tersebut sebelum memutuskan kasus ini pada 27 Desember mendatang, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sektor hilir baja nasional.

Technical Advisor PT Essar Indonesia Djoko Subagyo mengatakan KADI sebagai palang pintu terakhir atas nasib industri hilir baja nasional diharapkan dapat lebih cermat dalam meneliti data dan fakta yang diajukan KS terutama terkait klaim bahwa pasar baja domestik mengalami injury (kerugian) akibat lonjakan impor HRC (baja canai panas) dari lima negara (Rusia, Taiwan, Thailand, China, dan India).

Setidaknya terdapat 13 perusahaan/eksportir HRC yang dituding melakukan dumping di Indonesia yakni Magnitogorsk Iron and Steel Works, Novolipetsk Steel, dan JSC Severstal (Rusia), Chung Hung Steel Company Ltd dan China Steel Corp (Taiwan), Nakornthai Strip Mill Public Co Ltd, Sahaviriya Steel Industries Public Co Ltd, dan G Steel Ltd (Thailand).
Selain itu, Angang Steel Company Ltd, Wuhan Iron & Steel Group Co, dan Baoshan Iron & Steel Co Ltd (China) dan Essar Steel Ltd dan JSW Steel Ltd (India).

Berdasarkan data versi Essar Indonesia yang diperoleh Bisnis, impor HRC selama kurun waktu 2000-2005 rerata naik 13,3%, sementara produksi baja KS pada periode itu cenderung berfluktuasi. Pada 2002 produksi KS menyentuh 1,62 juta ton, tetapi pada 2003 produksi hulu baja turun menjadi 1,28 juta ton dan 2005 naik lagi hingga 1,37 juta ton.
Pada saat produksi KS menurun pada 2003 dan 2005, ungkapnya, tidak ditemukan adanya lonjakan impor HRC sebagai faktor penyebab rendahnya produksi dalam negeri.
"Harus ada alasan yang kredibel [yang diajukan KS] bahwa rendahnya produksi ataupun penyebab terjadinya injury di industri domestik semata-mata akibat membanjirnya produk impor. Apalagi pada saat yang sama [2003 dan 2005], BUMN baja itu secara bisnis masih mencatatkan keuntungan yang memadai."
Essar Indonesia merupakan anak perusahaan Essar Steel Ltd, India yang merupakan bagian dari Essar Group Holdings Ltd. Di samping Essar Steel, Essar Group Holdings Ltd merupakan konglomerasi dari beberapa kegiatan usaha, a.l. Essar Oil, Essar Shipping, Essar Power, Essar communication, Essar Construction.
Sementara itu, Ketua Umum KADI Halida Miljani menjelaskan pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan akhir, lanjutnya, pada prinsipnya merupakan hasil kesimpulan berdasarkan data dari petisioner dan data dari kalangan perusahaan yang dituduh melakukan praktik dumping.
"Semua data itu diverifikasi lagi, kami mengaudit perusahaannya dan memantau kondisi pasar [di sana], kami lihat pembukuannya, dan kami mengecek berbagai data yang dianggap perlu, sehingga kami mengambil keputusan secara adil," kata Halida. (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : T7 

 Dilihat : 4401 kali