13 Dessember 2013
Krakatau Steel Pertahankan Peringkat PROPER BIRU

proper biru 2013.jpgProgram Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Periode 2012 – 2013 diumumkan   oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA. Malam Anugerah Lingkungan (MAL) PROPER 2013 dilaksanakan di Grand Ballroom Hotel Shangrila Jakarta. Pada tahun 2013 ini, PT Krakatau Steel (Persero)Tbk, masih tetap dapat mempertahankan Penghargaan/ Peringkat PROPER BIRU. Terimakasih kepada seluruh unit kerja di PT KS atas kontribusinya sehingga PT KS dapat mempertahankan peringkat PROPER Biru. Seluruh unit kerja diharapkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan kerja, agar PT KS dapat segera mencapai peringkat “ PROPER HIJAU “.

Pada periode PROPER 2012–2013 ini, diikuti oleh 1.812 perusahaan di seluruh Indonesia dari sektor manufaktur, pertambangan, energi dan migas, agroindustri serta sektor perhotelan, rumah sakit, kawasan dan jasa.Dar hasil penilaiannya, Peringkat Emas diperoleh12 perusahaan,Peringkat Hijau berjumlah 113perusahaan,Peringkat Biru berjumlah 1039 perusahaan, Peringkat Merah berjumlah 611perusahaan, Peringkat Hitam berjumlah 17 perusahaan.

PROPER merupakan program penilaian kinerja perusahaan dalam bidang lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI  yang berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan / atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan / atau kegiatan. Pemberian penghargaan PROPER bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan system manajemen lingkungan, 3R(Re-use, Recycle, Reduce), efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat (CSR, PKBL, dlsb).

Peringkat kinerja usaha dan/atau kegiatan yang diberikan terdiri dari :

  1. EMAS adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan  bertanggung jawab terhadap masyarakat.
  2. HIJAU adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (Beyond Compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.
  3. BIRU  adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. MERAH adalah upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. HITAM  adalah usaha dan/atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau kelalaian yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perusahaan yang mendapat peringkat Hitam akan ditindaklanjuti dengan proses penegakan hukum lingkungan (dipidanakan). Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup telah menindaklanjuti 79 perusahaan peringkat hitam tahun 2011 – 2012.

Pada periodePenilaian PROPER tahun 2013 ini terdapat mekanisme baru yaitu : pengawasan oleh KLH, Pengawasan oleh BLH Provinsi dan mekanisme penilaian mandiri (Self Assessment). Self Assessment diberikan kepada perusahaan yang sudah 3 kali berturut- turut mendapatkan PROPER Biru.Penilaian mandiri ini akan dilakukan oleh  PT KS pada Tahun 2014.

Proses penilaian PROPER dilakukan oleh Tim Teknis PROPER KLH bersama Tim PROPER Provinsi melalui pembahasan dengan Dewan Pertimbangan PROPER yang terdiri dari kalangan akademisi, praktisi hukum, LSM, politisi serta media massa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Surna T. Djajadiningrat.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menegaskan bahwa “Mekanisme dan Kriteria Penilaian PROPER memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi praktek pengelolaan lingkungan terbaik dan menyebarluaskan kepada para pemangku kepentingan, sehingga tercipta perubahan besar dalam perilaku dan meningkatkan taraf pentaatan terhadap peraturan lingkungan hidup”.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing di pasar, perusahaan dapat menerapkan konsep ekonomi hijau, dengan memberikan nilai tambah yang lebih baik atas investasi sumber daya alam, sumber daya manusia dan modal ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan dan ketimpangan sosial. Program ini terbukti mendorong :• 48 perusahaan berperingkat hijau dan emas menurunkan beban pencemaran air sebesar 11.8 juta ton;• 65 perusahaan berperingkat hijau dan emas melakukan penurunan beban pencemaran udara sebesar 2.930 ton dan reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 646.982 ton eq CO2, dengan menerapkan berbagai inovasi dan pengelolaan lingkungan terbaik yang dilaksanakannya.

(M.Naskuri – HSE).

 Dilihat : 10599 kali