19 November 2007
Tak Ada Lagi Privatisasi BUMN Sampai Akhir 2007

JAKARTA-Kementerian Negara BUMN memastikan tidak ada lagi privatisasi BUMN sampai akhir 2007, meski Panitia Kerja (Panja) Privatisasi DPR menyetujui langkah tersebut. Pelaksanaan privatisasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan kesiapan BUMN.

"Privatisasi yang terkait dengan tahun anggaran 2007 tidak ada lagi. Persetujuan privatisasi dari DPR tidak harus dilaksanakan tahun ini. Setoran dana privatisasi 2007 hanya diambil dari divestasi saham BNI dan divestasi saham BUMN minoritas," ujar Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di Jakarta, akhir pekan lalu. Menteri Negara (Menneg) BUMN Sofyan Djalil sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melepas saham hasil konversi milik pemerintah pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sekitar 4% untuk menutupi setoran privatisasi BUMN tahun ini.

Langkah itu dilakukan jika menteri keuangan tetap meminta setoran privatisasi harus sesuai target pada APBNP 2007 sebesar Rp 4,7 triliun. Sampai kini, Kementerian Negara BUMN baru menyetor Rp 3,9 triliun dari hasil divestasi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Menurut Sofyan, setoran privatisasi BUMN seharusnya tidak lagi menjadi andalan bagi pemerintah untuk menutupi defisit APBN. Selain itu, . pemerintah semestinya menggunakan perhitungan setoran privatisasi secara fleksibel. "Dengan begitu, setoran privatisasi yang rendah bisa ditutupi dengan kenaikan setoran dividen," tuturnya.

Sebelumnya, Panja DPR sepakat mempercepat pembahasan privatisasi 13 BUMN dan paling lambat persetujuannya keluar akhir 2007. Ke-13 BUMN itu adalah PT Permodalan Nasional Madani, PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara, PT IGLAS, PT Cambrics Primisima, PT Krakatau Steel, dan PT Bank Tabungan Negara.

Selain itu ada BUMN dengan kepemilikan saham minoritas yakni, PT Intirub, PT Kertas Blabak, PT Kertas Basuki Rahmat, PT Atmindo, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, dan PT Jakarta International Hotels & Development Tbk.(hut)

Sumber : Investor Daily Indonesia, Page : 16 

 Dilihat : 2662 kali