12 Dessember 2013
Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-2 Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA)

Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) atau Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia, menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yang ke-2 pada tanggal 12 Desember 2013 di Hotel Gran Melia Jakarta.

Munas IISIA ke-2 ini akan menetapkan 12 Executive Committee dan selanjutnya dipilih Chairman dan Executive Director yang akan menjadi nahkoda dalam perjalanan asosiasi ini dalam empat tahun ke depan.

Forum ini diikuti seluruh anggota IISIA yang terdiri dari 167 industri besi dan baja di Indonesia. Mengusung tema “Penguatan Industri Besi Baja Domestik dengan Memanfaatkan Pasar Baja Domestik untuk Meningkatkan Daya Saing”. Sedangkan motto yang diangkat adalah “Aku Cinta Produk Baja Indonesia”.

Dalam Munas ini dibahas dan ditelaah berbagai isu, terutama isu penting terkait perkembangan industri besi dan baja terkini. Terlebih pada 2015 nanti akan diberlakukan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan membuka peluang masuknya produk besi dan baja dari Negara-negara eksportir ke Indonesia dan bersaing dengan produk lokal.

Dituturkan Setiawan Surakusumah, Ketua Panitia Munas IISIA ke-2 bahwa esensi Munas yaitu syarat utama menghadapi pasar terbuka adalah harus memiliki daya saing. Hal ini menurutnya bias diperoleh dengan memaksimalkan utilisasi kapasitas dari industri besi dan baja.

Sementara untuk memingkatkan kapasitas produksi dalam negeri, industri besi dan baja nasional masih mengalami ketimpangan, antara di hulu dan hilir. Seperti yang disampaikan Fazwar Bujang, Chairman IISIA. “Pertumbuhan pasar yang cepat, baik dari segi kuantitas maupun jenis, namun industri besi dan baja belum sekuat dan secepat yang diharapkan. Kebanyakan industri baja di Indonesia masih lemah di hulu”.

Diperlukan akselerasi juga dukungan dari pemerintah, salah satunya melalui fasilitasi perbankan dari sisi permodalan. Sedangkan di tingkat hilir, selayaknya pemerintah perlu membuat kebijakan untuk mendorong komitmen masyarakat menggunakan produk besi dan baja dalam negeri.

“Pelaku industri besi baja Indonesia akan dapat memanfaatkan pasar ASEAN di tahun 2015 sehingga peran IISIA sebagai mitra baja pemerintah semakin nyata,” imbuh Setiawan.

 

 Dilihat : 7796 kali