28 November 2013
2013 ASEAN IRON & STEEL SUSTAINABILITY FORUM

seaisi 2.jpgRabu, (27/11), para peserta “2013 ASEAN Iron& Steel Sustainability Forum” melakukan plant tour ke PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT KS) dan PT Krakatau POSCO. Sebanyak Sekitar 70 orang partisipan yang berasal dari negara-negara anggota SEAISI seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura dan beberapa negara lain seperti Jepang, Korea, Australia, China dan Qatar, mendatangi PT KS dan diterima oleh General Manager Quality AssuranceAmung Somantri. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan forum yang diprakarsai oleh South East Asia Iron & Steel Institute (SEAISI)dan dibantu oleh Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) sebagai counterpart SEAISI di Indonesia.

“2013 ASEAN Iron & Steel Sustainability Forum” merupakan sebuah acara yang rutin diselenggarakan sekali dalam setahun di negara-negara anggota SEAISI, tujuannya adalah untuk mempererat hubungan bagi negara-negara ASEAN, khususnya dalam industri baja. Sebelumnya acara ini bernama SEAISI Economic, Environmental and Safety Seminar.

Acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut turut dihadiri oleh antara lain Chairman SEAISI Chow Chong Long, Sekretaris Jenderal SEAISI Tan Ah Yong, Direktur SEAISIRoberto Cola, perwakilan dari Indonesian Iron & Steel Industry Association(IISIA) antara lain Chairman IISIA Fazwar Bujang, Executive Director IISIA Edward Pinem, perwakilan pemerintah antara lain Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Benny Wachjudi, Direktur Jenderal Kerjasama Industri Interasional Agus Tjahajana, Kepala Pusat Standarisasi Tony Sinambela, sertaperwakilan dari ASEAN Deputi Sekretaris Jenderal Dr. Lim Hong Hin dan beberapa pembicara lain yang ikut memberikan presentasinya pada acara ini.

Dalam forum ini dibahas mengenai isu-isu terkiniyang terkait dengan industri baja, antara lain mengenai perdagangan produk baja antar negara-negara ASEAN, standarisasi dalam produk-produk baja, Free Trade Agreement dan dampaknya terhadap industri baja, penerapan anti dumping, perkembangan sektor shipbuilding, otomotif dan konstruksi, serta mengenai pengelolaan bahan baku limbah.

 

 Dilihat : 9123 kali