03 Oktober 2013
Press Release - Krakatau Steel Catatkan Kenaikan Laba Sebesar US$ 10,6 Juta

public expose 1.JPG

Cilegon, 3 Oktober 2013 - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) pada semester I 2013 membukukan laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 11 juta, naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat kerugian sebesar US$ 10 juta.

Corporate Secretary Krakatau Steel menjelaskan perseroan mencatat pendapatan neto sebesar US$ 1,12 miliar pada semester I 2013, sedikit lebih rendah dibanding semester I 2012 sebesar US$ 1,16 miliar. Ia menjelaskan turunnya pendapatan disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata produk baja, terutama penurunan 10,91% (year-on-year) harga jual rata- rata produk HRC.

“Namun kontribusi pendapatan dari sektor engineering sebesar US$ 123,40 juta mampu mengurangi dampak dari penurunan harga jual rata-rata produk baja,” kata Andi dalam acara public expose di Cilegon (3/10).

Ia menambahkan laba kotor perseroan mengalami kenaikan sebesar 105,93% (year-on-year) pada semester I 2013 menjadi US$ 107,91 juta yang dipicu penurunan beban pokok pendapatan sebesar 9,21% (year-on-year).

Menurutnya, turunnya biaya bahan baku sebesar 16,67% (year-on-year) memberikan kontribusi bagi penurunan beban pokok pendapatan, meskipun harga gas alam naik sebesar 50% (year-on-year).
Per akhir semester pertama total aset KRAS mencapai 2,67 miliar US$ atau tumbuh 4,25 persen. Kas dan setara kas perseroan turun 22,7 persen menjadi 208,6 juta US$.

Pengembangan Usaha

Andi menjelaskan perseroan siap mengoperasikan beberapa proyek pengembangan usaha, di antaranya proyek PT Krakatau Posco (PTKP), PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), dan PT KHI Pipe Industries (KHI). Menurutnya, kelima proyek tersebut masing- masing akan beroperasi pada akhir tahun 2013 dan Oktober 2014.

Ia mengatakan, pembangunan intergrated steel mill PT Krakatau Posco (PTKP) menelan investasi USD2,66 miliar dan memiliki kapasitas 3 juta ton liquid steel/tahun, serta akan menghasilkan produk slab baja 1,5 juta ton dan plate 1,5 juta ton/tahun.“Kepemilikan saham PTKS sebesar 30% dengan total investasi US$ 280 juta.

Menurutnya, pabrik ini akan beroperasi pada akhir Desember 2013. Tercatat, per 31 Agustus 2013, progresnya telah mencapai 94,6%. Menurutnya, pabrik ini akan meningkatkan cost competitiveness PTKS dengan pasokan slab baja sebanyak 1 juta ton per tahun ke PT KS, serta akan memberikan added value bagi KS Group.

Proyek yang kedua yakni PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) akan mengoperasikan pembangunan dermaga baru pada akhir tahun ini. Pembangunan dermaga baru dengan kapasitas sandar kapal berbobot 200.000 DWT itu untuk melayani PT Krakatau Posco. Andi mengungkapkan, KBS akan memperoleh tambahan throughput sebesar 11 juta ton/ tahun dengan ekspektasi pendapatan bertambah sebesar USD28 juta/tahun.

“Sedangkan yang ketiga, PT Krakatau Daya Listrik (KDL) akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2013,” tandasnya.

Per 31 Agustus 2013 pembangunan ini telah mencapai 90%. Andi melanjutkan, pembangunan combine cycle power plant (CCPP) berkapasitas 120 megawatt (MW) akan dapat menurunkan biaya produksi listrik sekitar 20% serta meningkatkan keandalan serta kapasitas suplai listrik ke area industri.

Sementara pabrik ketiga, PT KHI Pipe Industries (KHI) saat ini masih dalam pembangunan pabrik pipa electric resistance welded (ERW) 2 dengan kapasitas 150.000 ton/tahun. Menurut Andi, pabrik ini ditargetkan akan siap beroperasi pada Oktober 2014 mendatang, dengan progres per 31 Agustus 2013 telah mencapai 19,84%. “KHI juga sedang mengincar proyek pipa gas jalur Gresik-Semarang senilai 180-190 juta US$ yang diharapkan dapat direalisasikan pada kuartal 2 tahun 2014,” jelasnya.

Andi menuturkan, proyek-proyek itu akan siap beroperasi akhir tahun ini dan akhir tahun depan. Sementara, proyek lainnya yakni PT Krakatau Tirta Industri (KTI) akan meningkatkan penjualan air bersih ke area ekspansi PTKS dan PTKP dari 1.015 liter/detik menjadi 1.598 liter/detik. “Ekspektasi tambahan pendapatan sebesar US$ 5 jutap,” ujarnya.

Adapun, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) sedang melakukan penambahan land bank seluas 400 hektare (ha) dalam jangka waktu 2–3 tahun ke depan. Hingga saat ini penambahan lahan yang telah terealisasikan sekitar 75 ha. (*)

 

 

 

 Dilihat : 16085 kali