17 November 2007
Krakatau Steel dan Antam Garap Besi Spons

JAKARTA. Rencana kerjasama antara PT Krakatau Steel (KS) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk untuk membangun pabrik pengolahan bijih besi di Batulicin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memasuki tahap baru. Bulan ini, kedua perusahaan pelat merah itu dijadwalkan menandatangani joint venture agreement atau perjanjian usaha patungan.

Direktur Utama PT KS Fazwar Bujang mengatakan, total investasi untuk membangan pabrik pengolahan bijih besi menjadi besi spons (sponge iron) di Kalsel itu berkisar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar. "Saat ini bank yang sudah komitmen memberi pinjaman adalah Bank Mandiri. Nilai pinjaman sekitar 70% dari nilai investasi," kata Fazwar ke KONTAN, Jumat (16/11). "Sisa kebutuhan investasi, 30%, dipenuhi oleh dana intern," ujarnya. Sesuai jadwal yang sudah disepakati dalam joint venture, pembangunan pabrik akan dilakukan pada Juni 2008. Pembangunannya sekitar 18 bulan. Dengan demikian, pabrik berkapasitas 300.000 ton sponge iron itu paling lambat berproduksi tahun 2010 mendatang.

"Tapi, karena medan sulit, bisa saja proses pembangunannya lebih lama. Apalagi pabrik itu akan dilengkapi fasilitas pelabuhan, instalasi listrik, dan air," ujar Fazwar. Yang jelas, lanjut Fazwar, perseroan sudah menyelesaikan persiapan teknis dan teknologi bagi pabrik pengolahan bijih besi menjadi sponge iron di Kalsel itu.

Menurut Fazwar, kepemilikan saham mayoritas dalam perusahaan patungan itu ada di pihak KS. Terkait pasokan bahan baku, pabrik baja patungan itu akan berupaya mengkoordinasikan penanganan pasokan bijih besi dari para pemilik kuasa penambangan (KP) di Kalsel.

"Tim kami sudah melakukan kajian untuk memastikan ketersediaan bijih besi untuk mendukung pembangunan pabrik baja tersebut. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa sumber daya alam di Kalsel bisa memasok bahan baku selama 15 tahun," kata Fazwar, yang baru dilantik sebagai Dirut PT KS pada pekan lalu itu.
Havid Vebri

Sumber : Harian Kontan, Page : 17 

 Dilihat : 2386 kali