28 Agustus 2013
Press Release - Kemenperin-Polri Komitmen Amankan Objek Vital Industri

obyek vital-2.jpgJakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menjadi bagian dari 38 Industri yang dinyatakan sebagai obyek vital. Untuk hal ini, Kementerian Perindustrian dan Kepolisian Negara Indonesia berkomitmen melakukan pengamanan objek vital nasional sektor industri melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (28/8).

"Keamanan dan rasa aman itu salah satu kunci keberhasilan suatu negara. Negara yang aman dan rakyat yang memiliki rasa aman dapat menghasilkan karya positif untuk kemajuan bangsa. Jaminan keamanan bagi industri membuat lancar kegiatan produksi bagi industri termasuk karyawan yang bekerja," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, dalam sambutannya di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan sektor industri merupakan salah satu penopang ekonomi Indonesia yang cukup penting, di mana dalam lima tahun terakhir memberikan kontribusi sebesar 21 persen dari PDB dengan pertumbuhan rata-rata enam persen per tahun.

"Pencapaian tersebut salah satunya didukung tingkat keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia, selain faktor lain seperti infrastruktur, kebijakan fiskal dan energi yang juga memberikan kontribusi dalam pertumbuhan industri di era globalisasi ini," ujar Menperin.

Menperin mengharapkan pengamanan sistematis perlu disesuaikan dengan besarnya nilai investasi, luas lahan, jumlah karyawan dan faktor lain. Sistem tersebut menurut dia, telah dirumuskan Polri melalui SKEP Kapolri Nomor 738 Tahun 2005 tentang Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional.

Dalam aturan itu diatur antara lain kebutuhan minimal perangkat keras dan lunas dalam pengamanan objek vital kebutuhan personel keamanan dan sistem eskalasi tingkat gangguan.

Sementara itu telah ditetapkan pula 38 industri dan 10 kawasan industri sebagai objek vital sektor industri melalui SK Menteri Perindustrian Nomor 620 Tahun 2012 untuk meningkatkan iklim usaha industri yang lebih kondusif untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain Krakatau Steel yang merupakan objek vital antara lain, PT Inti Celluloseutama Indonesia, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Garam, PT Laju Perdana Indah, PT Toba Pulp Lestari, PT Riau Andalan Pulp and Paper, PT Kertas Leces, PT Indonesia Asahan Alumunium, PT Smelting Co., PT Multimas Nabati Asahan, PT Nubika Jaya.

Selain itu PT Smart, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Permata Hijau Sawit, PT Sumber Indah Perkasa, PT Salim Ivo Mas Pratama, PT PAL, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT PINDAD, PT Chandra Asri Petrochemical, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwijaya Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang PT Lafarge Cement Indonesia, PT Semen Baturaja, PT Indocement Tunggal Perkasa, PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Holcim Indonesia, PT Semen Kupang, PT Semen Tonasa, PT INTI, PT LEN, PT Indofood Sukses Makmur.

Sedangkan 10 kawasan industri yang masuk kategori objek vital yakni Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate, Kawasan Industri East Jakarta Industrial Park, Kawasan Industri Ngoro Industrial Park I, Kawasan Industri Ngoro Industrial Park II, Kawasan Industri Medan Star Industrial Estate, Kawasan Industri Panbil Industrial Estate, Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Jababeka Industrial Estate-Cikarang, Kawasan Industri Karawang International Industrial City.

obyek vital-1.jpgKapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan pihaknya akan membantu Kemenperin khususnya pelaku industri atas kemungkinan terjadinya gangguan-gangguan keamanan yang beragam bentuknya seperti yang dilakukan perorangan, tindak terorisme, termasuk unjuk rasa.

"Diperlukan upaya pencegahan atas berbagai gangguan yang mungkin terjadi. Objek vital industri ini mendorong pembangunan dan meningkatkan pendapatan negara, lapangan pekerjaan dan mendukung jalannya pemerintahan, sehingga perlu dipastikan keamanannya," ujar Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Kapolri mengatakan, upaya pengamanan sektor industri diawali dengan melatih satuan pengamanan internal industri oleh petugas Polri, sebagai upaya mencegah gangguan keamanan.
"Kami akan melatih satpam di lokasi vital. Kalau memang dibutuhkan baru petugas Polri siap membantu terjun ke lapangan. Karena kalau belum terjadi apa-apa saja sudah banyak aparat terjun ke lapangan justru tidak baik bagi kelangsungan kegiatan industri," kata dia.

 Dilihat : 15024 kali