02 Agustus 2013
Impor Baja Harus Dikendalikan

JAKARTA – Pemerintah diminta mengendalikan impor baja untuk mendorong perkembangan industri baja lokal. Tahun lalu, impor baja mencapai 4,4 juta ton dari total pasar sebanyak 9,4 juta ton.

“Tahun ini, penjualan baja domestik diperkirakan tumbuh berkisar 7-8% didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Pertumbuhan pasar harusnya dimanfaatkan penuh oleh produsen baja lokal,” ujar pengamat ekonomi Sunarsip di Jakarta, belum lama ini.

Dia menuturkan, Indonesia saat ini menjadi pasar yang menggiurkan bagi perusahaan-perusahaan baja negara lain, terutama yang berbasis di Tiongkok. Industri baja Tiongkok kini mengalami kelebihan kapasitas, karena pertumbuhan ekonomi negara itu melambat menjadi 7-8%.

Padahal, dia menerangkan, kapasitas terpasang industi baja Tiongkok didesain untuk pertumbuhan ekonomi 10%. Keadaan itu membuat produsen baja Tiongkok melempar produksi ke negara-negara potensial seperti Indonesia. “Tentunya mereka masuk ke Indonesia dengan harga murah,” kata dia.

Pemerintah, kata dia, bisa menambah Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk membendung impor baja. Saat ini, terdapat 10 SNI untuk produk baja. “Penambahan SNI saya kira bisa memangkas impor hingga 40%,” kata dia.

Dia menilai, prospek industri baja Indonesia cukup baik. Beberapa pemain besar seperti PT Krakatau Steel Tbk (KS) juga tengah berekspansi untuk merespons pertumbuhan penjualan. Pasar baja diperkirakan booming pada 2016.

Sumber : Investor Daily, 2 Agustus 2013

 Dilihat : 9681 kali