26 April 2013
Krakatau Steel Sosialisasikan Solusi Penanganan Banjir dan Sampah

CSR-website2.JPGCuaca ekstrim yang kerap terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan banyak terjadinya bencana. longsor, banjir dan bencana lain akibat cuaca tersebut, menyebabkan kerugian yang luar biasa. Untuk mengantisipasi dampak negatif itu menjadi semakin besar, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali melakukan sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori (26/4). Kali ini sosialisasi dilakukan di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon – Banten. Para Lurah dan Kepala Sekolah yang berada di Kecamatan Ciwandan diundang untuk mengikuti sosialisasi lingkungan hidup tersebut. Hadir dalam kegiatan itu GM Human Capital & General Affair PT KS Agus Nizar Vidiansyah, Camat Ciwandan Ujang Iing, Perwakilan Badan Lingkungan Hidup Kota Cilegon, aktivis lingkungan hidup PT KS beserta jajarannya.

Saat sosialisasi, dijelaskan lubang resapan biopori tersebut merupakan solusi untuk penanganan banjir dan sampah di Kota Cilegon. Bayangkan saja, jika setiap rumah mempunyai lubang biopori ini, berapa banyak sampah organik seperti daun-daunan dan sisa makanan dapat dimasukkan kedalam lubang yang dalamnya minimal 100 cm itu. “Coba kita lihat berapa banyak sampah rumahan organik kita, yang dimasukkan ke dalam plastik, dan dikirim ke daerah lain. Jika sampah ini dimasukkan ke lubang biopori, tentu saja akan mengurangi beban penanganan sampah yang signifikan”, jelas Aktivis Lingkungan Hidup PT KS Edwin Sumiroza. Dalam hal banjir, lubang yang diisi sampah organik yang merupakan makanan mikroorganisme di dalam tanah, dapat membuat air mudah meresap kedalam tanah, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir, karena air tidak menggenang. Bahkan, saat musim kemarau yang selalu datang, kita dapat mempunyai cadangan air tanah yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

CSR-website.JPGPT Krakatau Steel (Persero) Tbk  dalam hal ini mencoba mensosialisasikan kembali program lubang resapan biopori yang telah beberapa tahun ini dilaksanakan, “Kami coba mengingatkan kembali, agar kita sama-sama sadar akan pentingnya lubang resapan air, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari cuaca yang kurang baik akhir-akhir ini,” tegas GM HC&GA PT KS Agus Nizar Vidiansyah.

Selain sosialisasi, dalam kegiatan ini, PT KS memberikan bantuan alat bor biopori kepada Kecamatan, Kelurahan dan sekolah yang ada di Cilegon. Data mengenai Kecamatan, Kelurahan dan sekolah yang dapat dibantu alat biopori didapat PT KS dari Badan Lingkungan Hidup, dimana Kecamatan dan Kelurahan masing-masing mendapatkan 2 alat bor, sedangkan sekolahan mendapat 5 alat bor.

Badan Lingkungan Hidup kota Cilegon sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PT KS, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena sejalan dengan program kami dalam melestarikan lingkungan hidup,” Kata perwakilan BLH Kota Cilegon Siti Rosihatul Jannah.

Sementara, Camat Ciwandan mengaku senang terhadap sosialisasi lubang biopori ini, dan akan melakukan lebih banyak sosialisasi di kalangan masyarakat dibawah Kecamatan Ciwandan, “Beberapa Wilayah kami kerap dilanda banjir, lubang biopori ini dapat membantu mengatasi permasalahan di Wilayah Kami,” tegas Camat Ciwandan Ujang Iing.

 Dilihat : 11372 kali