12 April 2013
Bangun Kampung BUMN, KS Jadi Penggagas-Puluhan Warga Baduy Dapat Rumah Gratis

Leuwidamar – Puluhan warga Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, akan mendapatkan 55 rumah gratis yang akan dibangun sejumlah perusahaan BUMN di Banten. Puluhan rumah ditempatkan pada suatu lahan di Desa Jalupangmulya, Kecamatan Leuwidamar, atau tepatnya di area lahan milik Pondok Pesantren Modern Sultan Hasanudin yang diberi nama Kampung BUMN.

Secara resmi, peletakan batu pertama pembangunan Kampung BUMN dilakukan istri Menteri Negara BUMN Nafsiah Dahlan, Jumat (12/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Hadir pada kesempatan ini perwakilan direksi PT KS Tb Doni Sugih Mukti, Manager PKBL PT KS Adriana Peris, Super Intenden Keuangan PKBL PT KS Hartanto, Senior Manager Housing & Commercial Lending Head Bank BTN Cabang Tangerang Lysamsul Siregar, Kepala Cabang PT Nindya Karya Doni Kustianto, Asda IV Pemkab Lebak Tajudin, Camat Leuwidamar Wijayanto Yantika, dan pemilik Ponpes Modern Sultan Hasanudin, KH Zainudin Amir.

Pembangunan Kampung BUMN digagas oleh PT Krakatau Steel (KS) melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Sebagai koordinator wilayah Banten, PT KS mengajak sejumlah perusahaan BUMN lain di Banten seperti BTN, ASKES, PLN, PT Sang Hyang Seri, ASDP Cabang Merak, PT Nindya Karya, Telkom Indonesia, dan Taspen.

Tahap pertama pembanguan Kampung BUMN ini akan dibuatkan sepuluh rumah terlebih dahulu dengan pembiayaan dari PT KS dan Bank BTN. Pendirian Kampung BUMN tak lain untuk menggerakkan perekonomian masyarakat terutama warga Baduy Luar yang belum memiliki rumah. Mereka nantinya akan dibina melalui home industry berbagai usaha.

Nafsiah Dahlan pada kesempatan tersebut berharap agar Kampung BUMN bisa mengangkat ketertinggalan wilayah setempat dan pada umumnya Kabupaten Lebak. “Ini harapan kita bersama. Alhamdulillah dengan izin Allah, rumah BUMN ini dapat dibangun dengan bantuan sejumlah perusahaan BUMN di Banten,” jelasnya.

Dalam acara ini, ratusan santri Ponpes Modern Sultan Hasanudin dan warga sekitar antusias melihat istri Dahlan Iskan. Nafsiah Dahlan dengan gayanya yang juga eksentrik dengan sepatu kets, sempat melakukan dialog dengan warga sekitar terutama warga Baduy Luar yang bakal menempati rumah tersebut. “Hayo mumpung ada saya, semua perusahaan BUMN, dan perwakilan Pak Bupati, jangan segan-segan menyampaikan keluhannya,” ungkapnya disambut tepuk tangan masyarakat.

Nafsiah yang juga ramah dan tak pelit menebar senyum ini, langsung menjawab pertanyaan warga. Seperti salah satu pertanyaan dari ibu-ibu yang meminta agar pemasaran produk makanan hasil home industry bisa dibantu pemasarannya. “Kalau soal pemasaran tenang ibu-ibu nanti kita pikirkan. Tadi saya sudah mencicipi hasil makanannya enak,” katanya.

Perwakilan Direksi PT KS yang juga Direktur Pengembangan Usaha PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Tb Doni Sugih Mukti mengatakan, tujuan diadakan Kampung BUMN untuk mengangkat masyarakat bawah. “Kita ingin dari sisi kemitraan dan bina lingkungan ada pembinaan yang dilakukan terutama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” katanya.

Saat ini, lanjutnya, di Desa Jalupangmulya sudah dibuatkan rumah pompa dan sarana MCK untuk menunjang Kampung BUMN nantinya. “Untuk pembangunan rumah pompa sudah dibantu Rp127 juta. Soal lahan yang dipakai untuk Kampung BUMN, merupakan milik Ponpes Modern Sultan Hasanudin. Sertifikatnya nantinya sebagai hak guna bangunan,” ujarnya.

Manajer PKBL PT KS Adriana Peris mengatakan setelah pembangunan tahap awal Kampung BUMN selesai, segera akan dilengkapi sarana dan prasarananya. “Kita targetkan pembangunannya tiga sampai empat bulan,” jelasnya.

Pemilik Ponpes Modern Sultan Hasanudin KH Zainudin Amir mengaku senang dengan terlaksananya pembangunan Kampung BUMN. Kata Zainudin, sebelum PT KS menggagas pembangunan Kampung BUMN, pernah ada pengusaha yang menawarkan konsep serupa. “Sayangnya tawaran program itu tidak ada kejelasan sampai saat ini, padahal saya sudah mendata warga di sini yang ingin mendapatkan rumah gratis. Tetapi alhamdulillah, berkat izin Allah PT KS memiliki gagasan program serupa dan bisa terlaksanan. Apalagi peresmiannya dihadiri Bu Dahlan,” ujarnya. (air/alt/ags)

Dikutip dari Radar Banten, 15 April 2013 (Halaman 1 dan 9)

 

 

 Dilihat : 9427 kali