31 Januari 2013
Komitmen Krakatau Steel dalam Sistem Pertahanan Negara

Kiprah Krakatau Steel membantu memperkokoh sistem pertahan negara kembali dibuktikan dengan diluncurkannya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Beladau 643 di Batam pada 25 Januari 2013 yang lalu.

Sebagian besar material kapal perang tersebut pun di produksi di dalam negeri. Sehingga, peresmian kapal KCR-3 berbahan baja-alumunium ini ikut menandai sejarah baru industri perkapalan di Indonesia Lambung kapal cepat rudal ini terbuat dari high tensile steel atau jenis baja khusus produk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Baja yang digunakan adalah Grade ABS AH 36 yang lazim digunakan untuk plat pembuatan kapal dan plat untuk kebutuhan lepas pantai. Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi saat berlayar.

KRI Beladau-643 merupakan kapal ketiga yang memperkuat TNI AL, setelah sebelumnya KRI Clurit-641 diresmikan pada April 2011 dan KRI Kujang-642 yang diresmikan pada Februari 2012. Ketiga kapal ini menggunakan baja dari Krakatau Steel.

KAPAL PERANG Beladau 643 Resmi Perkuat TNI AL-2.jpgJajaran TNI Angkatan Laut resmi menerima KRI Beladau 643, disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, serta Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Marsetio. Mewakili Direktur Utama PT KS, hadir pula Manager Shipbuiling and Project Muhammad Azhar. "Penambahan Alutsista di laut baik KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) dan KAL (Kapal Angkatan Laut) konsekuensi atas kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar adalah lautan," tegas Menhan saat peresmian KRI Beladau 643 di Batam, Jumat.

Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Beladau-643 memiliki panjang 44 meter  mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Semua dikerjakan oleh putra putri Indonesia. Kapal yang dibuat dengan biaya Rp 75 miliar itu dilengkapi sistem persenjataan modern (Sensor Weapon Control), di antaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat dan Rudal C-705. (Yayan Munir-KS Batam Representative)

 Dilihat : 10493 kali