15 November 2007
KS dan RMI Bangun Pabrik Pemurnian C02

CILEGON (Suara Karya): PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI) dan PT Krakatau Steel (KS) membangun pabrik pemurnian gas buang karbon dioksida (CO2) di Cilegon, Banten' Pembangunan pabrik ini merupakan kelanjutan pelaksanaan nota kesepahaman (MoU) antara RMI dan Krakatau Steel yang ditanda tangani pada 8 Maret 2005 lalu.

Pemanfaatan limbah CO2 ini sangat strategis jika dikaitkan dengan isu pemanasan global yang konferensi internasionalnya akan dilaksanakan bulan depan di Bali. Ini karena proyek pemurnian CO2 mampu mendaur ulang limbah CO2 sebanyak 72 ton per harinya.

Dari segi ekonomis, PT Krakatau Steel mendapatkan penghasilan tambahan dari limbah CO2 yang diproses. Pemanfaatan pasar CO2 meliputi perusahaan minuman dalam kemasan, produsen es kering untuk pendingin hasil laut, dan penunjang jasa pengeboran (drilling services).

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik dilakukan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang dan Direktur Utama RMI Rohmad Hadiwijoyo.' Pada kesempatan itu hadir pula mantan Wakapolri Adang Darajatun, mantan Dirjen Pajak Hadi Purnomo dan ketua DPW PKS DKI Tri Wisaksana serta para mitra perusahaan.

Rencana pembangunan pabrik ini meliputi II tahapan. Tahap I dengan kapasitas 72 ton per hari siap beroperasi September 2008. Ini dan merupakan pabrik pemurnian CO2 terbesar di Indonesia.

Desain, pasokan bahan baku, dan proses pabrikasi serta perlengkapan pembangunan pabrik akan digarap oleh Union Engineering dari Denmark.

Perusahaan ini merupakan pemasok alat pemrosesan CO2 yang mempunyai reputasi dunia dan telah membangun pabrik CO2 kurang lebih 600 unit di seluruh dunia.

Sementara untuk porsi pekerjaan lokal akan dilakukan oleh PT Krakatau Engineering yang merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel. Sedangkan penyediaan lahan pabrik dan jalur pipa disediakan oleh PT Krakatau Industrial Estate.

Nilai Investasi untuk dua fase pembangunan ini sebesar 17 juta dolar AS, di mana sebanyak 20 berasal dari modal sendiri dan mitra PT Tirta Finance. Sedangkan sisanya berasal dari Wright Capital dari Amerika Serikat.

Seperti diketahui, pemanfaatan produk akhir CO2 untuk mendukung keperluan RMI Group sendiri, khususnya untuk divisi drilling services untuk meningkatkan produksi minyak.

Selain itu, pemanfaatan CO2 juga untuk mendukung industri makanan, minuman, dan manufaktur lainnya melalui. Distribusi akan digarap dua distributor, yaitu Iwatani Corporation Jepang dan PT Purnabuana Yudha. (Andrian)

Sumber : Suara Karya, Page : 7 

 Dilihat : 2779 kali