09 Oktober 2012
Limbah Berubah Menjadi Rezeki

Mitra Binaan PT KS, Pengusaha Limbah Busa, Bapak H Hasanudin

csr_9 okt.jpgSaat pertama kali mencoba untuk berwirausaha di tahun 1997, Hasanudin, pria yang tinggal bersama istri dan 4 orang anaknya di Jalan Purbaya 155, Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kota Cilegon ini, mengaku kerap mengalami kesulitan. Sebelum menjalani kisah suksesnya sebagai perajin limbah busa, Hasanudin mengawali usahanya dengan menggeluti bidang pembuatan makanan ringan. Namun karena sesuatu hal, usaha tersebut tidak berkembang dan berhenti. “Saya mengawali usaha dengan bisnis makanan ringan, namun karena banyak saingan makanan kemasan pabrik, akhirnya usaha berhenti di jalan,” kata Hasanudin saat ditemui Banten Raya di tempat usahanya, Senin (8/10). Kegagalan yang pernah dialaminya tersebut, tidak mematahkan semangatnya untuk terus berwirausaha, Hasanudin kembali mencoba membangun usaha baru yang diharapkannya bisa meraih sukses. Kali ini, ia melirik limbah busa, untuk dimanfaatkan menjadi barang yang lebih bermanfaat. Benar saja, usaha yang digeluti Hasanudin kali ini tidak banyak menemui rintangan dan persaingan. “Waktu itu di tahun 1997, limbah busa meubeul  tidak ada harganya, sehingga memacu saya untuk berpikir bagaimana agar limbah tersebut dapat menghasilkan uang yang banyak. Selain itu, tidak banyak juga orang yang berpikir untuk memanfaatkan limbah busa, jadi saingannya dikit,” ungkapnya. Berbekal semangat, kerja keras dan didukung dengan keterampilan yang dimiliknya, Hasanudin menyulap busa-busa  bekas tersebut menjadi bantal-bantal yang cantik dan bernilai jual. Hingga saat ini, usaha yang digelutinya terus berjalan dan terbukti mampu menopang kebutuhan hidup rumah tangganya. Kendati memulai usahanya dengan modal kecil-kecilan, ayah 4 orang anak ini tetap berusaha untuk mengembangkan usahanya. Hasanudin selalu berharap, usaha ini memiliki prospek yang jauh lebih baik. Komitmen tersebut berhasil dibuktikannya, setidaknya bisa dilihat dari kualitas bantal hasil produksinya itu. Pada tahun 2003, produk bantalnya sempat diekspor ke Singapura. Keinginannya untuk mengembangkan usaha bak gayung bersambut. Pada tahun 2009, ia mengetahui ada perusahaan BUMN yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menggulirkan program pinjaman dana bergulir bagi wirausahawan. Informasi ini semakin mendorong semangatnya untuk mengembangkan usaha. Saat itu juga Hasanudin segera mengajukan proposal bantuan ke PKBL PT KS. “Pengajuan saya tidak langsung diterima, waktu itu, banyak pinjaman dana bergulir yang macet, sehingga membuat saya cukup lama menunggu untuk mendapatkan pinjaman. Tapi Alhamdulillah akhirnya dibantu juga oleh PT KS,” jelas Hasanudin. Kini, berkat pinjaman modal usaha dari PT KS, Hasanudin dapat bernafas lega. Usahanya semakin maju, rumah yang bagus, tempat usaha yang memadai dan 5 unit mobil telah dimilikinya saat ini buah dari usahanya saat itu juga bahkan bisa untuk menyekolahkan anak pertamanya hingga ke perguruan tinggi. “Alhamdulillah, semua yang saya dapat, buah dari kerja keras saya selama ini. Saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PT KS. Pinjaman modal usaha ini benar-benar membantu untuk mengembangkan usaha saya,” terangnya. Hasanudin juga menceritakan, awalnya, dirinya hanya mendapat bantuan 2 unit mesin jahit. Berbekal modal tersebut ia kembangkan untuk usahanya. Saat ini Hasanudin bisa mendapatkan pinjaman modal dari PKBL PT KS hingga mencapai Rp 40 juta. “Tujuan utama saya bukan hanya mendapatkan pinjaman dana, lebih dari itu saya ingin dibina. Saya tahu betul PT KS itu sering mengadakan pameran. Setelah kerjasama, saya dibantu untuk promosi memasarkan produk di pameran-pameran,” tuturnya. Dengan bekerjasama dengan PKBL PT KS, Hasanudin juga sering mengikuti pelatihan-pelatihan di luar kota untuk meningkatkan kualitas usaha. Ia juga bersama pengrajin lainnya telah membentuk cluster kasur di Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon. “Saya juga mendapatkan pelatihan dan motivasi. Karena tujuan saya bekerjasama dengan PKBL PT KS ini bukan hanya utang, tetapi mendapatkan motivasi dan pelatihan. Kalau hanya sebatas membayar utang saja berarti tidak jalan, utang ini harus bisa menjalankan usaha, makanya penting untuk meningkatkan kualitas,” ungkapnya lagi. Hasanudin juga memiliki komitmen yang luar biasa, selain sukses untuk dirinya, ia juga mengaku berusaha untuk mendidik karyawannya untuk sama-sama sukses menjadi wirausahawan. Saat ini sudah lebih dari lima orang mantan karyawannya yang menjalani usaha secara mandiri. “Awalnya saya kasih bantuan pinjaman, tiga kali pinjaman dia harus punya modal sendiri. Para karyawan yang punya potensi, akhirnya bisa menjalani usaha sendiri. Saya bersyukur ini berkah dari Allah SWT,” pungkasnya.

Sumber Berita : harian Banten Raya Post.

 Dilihat : 13804 kali