09 Oktober 2012
Press Release Acara Ground Breaking Pembangunan Dermaga 6 Untuk Kapal 200,000 DWT PT. Krakatau Bandar Samudera

PT. Krakatau Bandar Samudera (PT KBS) merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pengelola Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT. Krakatau Steel (Persero), Tbk (PTKS). Pada tanggal 9 Oktober 2012, berlokasi di Kawasan Pelabuhan Cigading II - Cilegon, melakukan acara Ground Breaking untuk pembangunan Dermaga 6.1 sepanjang total 320 meter untuk melayani kapal-kapal PTKS dan PT. Krakatau Posco (PTKP) sampai dengan kapasitas 200,000 DWT. Pembangunan Dermaga 6.1 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengembangan usaha (ekspansi) PT KBS dalam upaya memberikan total pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa kepelabuhanan.

9 okt.JPGSebagai pemegang izin usaha BUP, PT. KBS memberikan berbagai jasa pelayanan terhadap pemilik barang dan kapal berupa kegiatan utama antara lain meliputi penyediaan fasilitas sandar dan dermaga, kegiatan bongkar muat, penyediaan peralatan kepelabuhanan, logistics service, penyediaan lahan di pelabuhan, pergudangan, pusat konsolidasi dan distribusi  barang serta kegiatan multi moda transportasi yang meliputi pengelolaan secara terpadu angkutan darat, kereta api dan laut.

Ekspansi usaha PT. KBS ini dimaksudkan untuk merespon rencana ekspansi induk perusahaan PTKS dan akan beroperasinya PTKP yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Ekspansi PTKS, melalui project Blast Furnace dan beroperasinya PTKP diprediksikan akan meningkatkan arus barang yang masuk dan keluar TUKS PTKS yang dikelola PT KBS dari 10 juta ton saat ini menjadi 25 juta ton pada tahun 2017 yang akan datang. Sementara diestimasikan terjadi juga peningkatan arus kunjungan kapal dari rata-rata 1000 ship’s call per tahun saat ini menjadi 3,000 s/d 4,000 ship’s call per tahun di tahun 2017.
Untuk kegiatan penundaan (towing services) kapal-kapal tersebut, PT KBS telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cilegon melalui pengoperasian kapal-kapal tug boat milik BUMD Kota Cilegon sejak tahun 2001.

Pembangunan Dermaga 6 sepanjang total 600 meter akan dibangun dalam 2 tahap. Untuk tahap pertama, dibangun sepanjang 320 meter dan dilengkapi dengan 2 mooring dolphin. Untuk mendapatkan kedalaman yang cukup yakni 21 meter, maka Dermaga 6 ini dibangun ke tengah laut dan dihubungkan melalui trestle sepanjang 1100 meter dari daratan.

Dermaga 6 dirancang untuk dapat melayani kapal-kapal pengangkut muatan bahan baku produksi dan batubara sampai dengan kapal ukuran 200,000 DWT atau dikenal dengan istilah super capesize. Dermaga 6 ini akan dilengkapi dengan jalur conveyor yang berkapasitas 3,000 ton/jam dan 2 unit Gantry Grab Ship Unloader Crane dengan kapasitas masing-masing 1,500 ton/jam.

Kontraktor pelaksana pembangunan dermaga 6 adalah PT. Waskita Karya dengan konsultan EPCM PT. Yodya Karya.
Sejalan dengan pembangunan Dermaga 6, PT KBS juga melakukan ekspansi fasilitas antara lain :
1. Dua unit Gantry Grab Ship Unloader kapasitas  @ 1500 TPH
2. Line Conveyor kapasitas 3000 TPH
3. Jalan Akses
4. Dermaga 3  kapasitas 30.000 DWT
5. Dermaga 5 kapasitas 12.000 DWT

Sebagai fasilitas pendukung, di Dermaga 2, telah dilengkapi dengan 2 unit Portal Harbour Crane (PHC) dengan kapasitas masing-masing 700 ton/jam dan memiliki safety working load (SWL) 100 ton. Selanjutnya untuk jalan akses menuju area PTKP dari arah Cigading dan sebaliknya akan dibangun jembatan di Teluk Cigading untuk kepentingan transportasi kargo PTKP.
Untuk mengantisipasi peningkatan pelayanan kargo menjadi 25 juta ton pada tahun 2017 mendatang, maka PT KBS melakukan ekspansi dermaga eksisting dari 2,000 meter saat ini menjadi 3,500 meter pada tahun 2014, sehingga diharapkan dapat mempertahankan Berth Occupanty Ratio (BOR) pada kisaran maksimal 65%.

 Dilihat : 11722 kali