17 Juli 2012
Tingkatkan Investasi Kurangi Impor

Kementerian Perindustrian terus meningkatkan investasi di sektor industri baja untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku.

“Industri baja merupakan sektor industri pionir dan mempunyai prospek yang bagus. Untuk meningkatkan pertumbuhan industri baja, pemerintah memberikan insentif fiskal bagi investor,” kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Panggah, pemerintah akan memberikan insentif berupa pemberian fasilitas pembebasan mengenai pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday) kepada investor yang menanamkan modalnya minimal Rp1 triliun di dalam negeri.

“Tax holiday diharapkan mampu mempertahankan daya saing industri baja nasional dan mempunyai nilai strategis dari kegiatan industri baja serta menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Panggah, pemerintah juga mengeluarkan standar nasional Indonesia untuk produk industri besi baja.

Panggah melanjutkan, saat ini ada enam investor yang telah berinvestasi di industri baja dalam negeri dengan kapasitas produksi di atas 90 ribu ton per tahun.

Pertama, PT Meratus Jaya Iron and Steel di Batu Licin, Kalimantan Selatan, yang telah menanamkan modal Rp1,4 triliun untuk memproduksi sponge iron berkapasitas 315 ribu ton per tahun.

Yang kedua ialah perusahaan patungan Indonesia dan Korea Selatan, PT Krakatau Posco, yang telah menanamkan investasi US$3 miliar. Tahun depan mereka siap mengoperasikan pabriknya di Cilegon, Banten, yang memproduksi slab dan pelat besi sekitar 3 juta ton per tahun. Ketiga, PT Indoferro yang akan berinvestasi US$110 juta untuk pabrik pig iron di Cilegon berkapasitas 500 ribu ton per tahun.

Di Kalimantan Selatan, PT Delta Prima Steel akan menanamkan investasi sebesar Rp1,2 triliun untuk membangun pabrik sponge iron yang akan memproduksi baja sekitar 100 ribu ton per tahun. “Selain itu, PT Sebuku Lateritic Iron and Steel akan mengoperasikan pabriknya pada 2014 dengan investasi US$1 miliar untuk membuat pig iron dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun,” ujarnya.

Adapun PT Jogja Magasa Iron berinvestasi US$1,2 miliar untuk membangun pabrik pig iron berkapasitas 1 juta ton per tahun. Pabrik tersebut siap beroperasi pada kuartal I 2015.


Sumber: Dikutip dari media cetak “Media Indonesia, Edisi Selasa, 17 Juli 2012, hal. 18”

 Dilihat : 10506 kali