09 Juli 2012
PRESS RELEASE - Ground Breaking Proyek Pembangunan Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Senin 09 Juli 2012, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (“PTKS” atau “Perseroan”) melaksanakan ground breaking Proyek Pembangunan Blast Furnace Complex (“Proyek”) di plant site PTKS, di kawasan industri Krakatau Steel Cilegon, Banten. Pelaksanaan Proyek merupakan usaha Perseroan dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku, serta mengantisipasi kelangkaan gas alam yang harganya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Acara ini dihadiri seluruh Direksi, Komisaris, dan pejabat terkait PTKS serta mantan Direksi dan Komisaris Perseroan, serta Konsorsium Kontraktor dan Pihak Perbankan.

Proyek ini terdiri dari 3 pabrik utama, yaitu Sintering Plant dengan kapasitas produksi 1,78 juta ton per tahun, Coke Oven Plant dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, dan Blast Furnace Plant  dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun. Sintering Plant berfungsi menghasilkan bahan baku (iron ore fines, return fines dan flux) untuk Blast Furnace, sedangkan Coke Oven Plant menghasilkan bahan bakar kokas (coke) bagi Blast Furnace serta untuk mereduksi bijih besi.

14_juni.jpg

Dengan pembangunan pabrik-pabrik ini, Perseroan akan dapat meningkatkan kapasitas produksi iron making dan steel making, sehingga kapasitas produksi iron making, steel making dan rolling mill menjadi seimbang. Selain itu, perseroan juga dapat mengurangi konsumsi energi listrik di Electric Arc Furnace (EAF) yang telah ada di Slab Steel Plant, karena produk akhir Proyek berupa hot metal akan dapat mengurangi konsumsi energi pengolahan secara signifikan. Perseroan juga dapat lebih fleksibel dalam penggunaan energi dan bahan baku material, karena Blast Furnace dapat menerima jenis pellet yang lebih beragam, dan memungkinkan penggunaan bahan baku lokal berupa iron ore dan coking coal. Ketergantungan Perseroan terhadap kebutuhan bahan baku impor, seperti scrap, sponge, pig iron, dan slab pun akan dapat dikurangi.

Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya kurang lebih hingga USD 621,81 juta dan pendanaannya berasal dari dana sendiri sebesar 28% dan sisanya dari pinjaman bank. Kontraktor pelaksana Proyek dipilih melalui tender terbuka yaitu konsorsium Capital Engineering & Research Incorporation Limited (“MCC-CERI”) dan ACRE Coking & Refractory Engineering Consulting Corporation (“MCC-ACRE”) dari negara China, serta PT Krakatau Engineering (“PTKE”), di mana MCC-CERI bertindak selaku pimpinan konsorsium dan MCC-ACRE serta PTKE sebagai anggotanya. Penandatanganan kontrak proyek ini sendiri telah dilakukan tanggal 15 November 2011 yang dihadiri seluruh pihak. First Blow-in, di mana hot metal pertama akan dihasilkan, ditargetkan pada awal 2015, sedangkan Final Acceptance dari Proyek ini ditargetkan akan dilaksanakan awal triwulan ke-3 tahun 2015.

 Dilihat : 12297 kali