13 November 2007
5 BUMN diproyeksikan masuk bursa tahun depan

JAKARTA: Kementerian BUMN memproyeksikan minimal lima perusahaan milik negara akan masuk ke pasar modal pada tahun depan.
Total BUMN yang akan diajukan untuk privatisasi pada tahun depan adalah 16 perusahaan.
Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan ada dua tujuan perusahaan milik negara yang masuk ke bursa yaitu mendorong peningkatan kinerja dan menguatkan likuiditas di pasar modal."Ada 16 perusahaan yang akan diajukan untuk diprivatisasi tetapi kemungkinan yang akan masuk ke pasar modal paling sedikit ada lima perusahaan," ujarnya kemarin.Metode privatisasi ,yang dipersiapkan oleh Kementerian BUMN adalah penawaran sa
ham perdana (initial public offering/lPO) atau penjualan strategis (strategicsale).Dia menjelaskan sejumlah anak perusahaan BUMN juga sudah bersiap-siap untuk menembus pasar modal meskipun induknya justru belum siap. "Garuda Maintenance Facility [GMP] cukup bagus untuk ma
suk ke pasar modal, tetapi induk perusahaannya Garuda Indonesia perlu restrukturisasi lagi."

Selain itu, tambahnya, anak perusahaan PT Krakatau Steel juga sudah siap masuk ke pasar modal meskipun perusahaan induknya justru belum siap. "Jasindo saya harapkan juga bisa segera masuk ke pasar modal."Sofyan mengatakan semakin banyak dana hasil privatisasi yang masuk ke kas perseroan untuk penguatan struktur modal akan berdampak positif bagi entitas bisnis yang bersangkutan.
Dalam program privatisasi 2007 ditetapkan BUMN yang akan didivestasi jumlahnya 15 perusahaan dari sebelumnya 17 BUMN. Akan tetapi, dua BUMN ditunda, yaitu PT Krakatau Steel dan PT Bank Tabungan Nasional.Pada program tahunan privatisasi perusahaan 2007 melalui Kep-03/M. Ekon/01/ 2007 31 Januari 2007 disetujui privatisasi akan dilakukan pada sembilan BUMN, enam perusahaan kepemilikan negara minoritas.
BUMN tersebut adalah PT Jasa Marga, PT BNI Tbk, PT Wijaya Karya, PT Garuda Indonesia, PT Merpati, PT Industri Soda Indonesia, PT Iglas, dan PT Cambrics Primisima, PT Jakarta International Hotel & Development (JIHD), PT Atmindo, PT Intirub, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, PT Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat.

Sumber : Bisnis Indonesia, Page : B2 

 Dilihat : 2469 kali