02 Mei 2012
PRESS RELEASE: Pencapaian Q1 2012 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Pada hari Rabu, 2 Mei 2012 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengikuti acara Investor Day yang bertempat di Ruang Seminar 1, PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Pada kesempatan ini, Direksi memaparkan mengenai kinerja perseroan untuk periode Januari – Maret 2012, dan progres proyek strategis perusahaan. Berikut isu-isu utama perseroan pada Q1 2012:

− Harga bahan baku iron ore pellet naik sebesar 11,3% YoY menjadi US$ 240,1/ton, sehingga turut berkontribusi terhadap kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 37,3% YoY. Sementara kenaikan pendapatan bersih sebesar 35,0% YoY, yang dikontribusikan oleh peningkatan volume penjualan produk baja sebesar 34,0% YoY, tidak mampu mengimbangi kenaikan beban pokok pendapatan. Hal ini berdampak pada penurunan margin kotor dan margin usaha perusahaan.

− Laba bersih perseroan turun sebesar 58,9% YoY menjadi Rp. 58,3 milyar akibat kenaikan beban usaha sebesar 17,6% YoY, beban bunga sebesar 59,3% YoY dan dibukukannya rugi kurs sebesar Rp 26,7 milyar.

− Produksi HRC, pada Q1 2012 mengalami pertumbuhan sebesar 2,1% YoY menjadi 488 ribu ton. Dengan telah dirampungkannya revitalisasi pabrik Hot Strip Mill di bulan April 2011, memberi dampak kenaikan produksi HRC selama Q1 2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun produksi sponge iron dan slab steel selama periode yang sama turun masing-masing sebesar 87,8% YoY dan 49,5% YoY yang disebabkan belum rampungnya program revitalisasi.

− Pembangunan pabrik baja Krakatau-POSCO mencapai 15,1% per Maret 2012 dan dijadwalkan rampung pada bulan Desember 2013.

Selain 4 isu utama tersebut di atas, manajemen memaparkan perkembangan proyek strategis perusahaan. Antara lain, proyek revitalisasi pabrik Hot Strip Mill (HSM) yang telah selesai pada bulan April 2011, meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2,4 juta ton/tahun dari 2,0 juta ton/tahun.

Kemudian, proyek revitalisasi fasilitas produksi pada pabrik Direct Reduction Plant (DRP) di Q1 2012 saat ini sudah mencapai 96,7%. Dan revitalisasi fasilitas pabrik Slab Steel Plant (SSP) yang saat ini sudah mencapai 84,3%.

Proyek pengolahan bijih besi Kalimantan Selatan PT Meratus Jaya Iron & Steel yang merupakan proyek Joint Venture antara PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang (Antam) saat ini telah selesai 100% pada pemasangan fasilitas rotary kiln, sementara untuk Power Plant telah mencapai 84,3% tahap penyelesaian dan diekspektasikan selesai pada triwulan 2 tahun 2012.

Untuk pembangunan pabrik Blast Furnace dan modernisasi fasilitas steel making, pekerjaannya dilakukan melalui konsorsium MCC-CERI dan anak perusahaan PT Krakatau Steel, PT Krakatau Engineering. Adapun penandatanganan kontrak EPC (Engineering, Procurement, and Construction) telah dilakukan pada 15 November 2011. Saat ini, telah diperoleh persetujuan dari bank, dan ditargetkan dapat rampung pada triwulan 4 tahun 2014.

Selain itu, saat ini perseroan tengah melakukan kajian teknis untuk ekspansi pada fasilitas produksi Hot Strip Mill/HSM yang meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,5 juta ton/tahun dari kapasitas produksi saat ini sebesar 2,4 juta ton/tahun, atau konstruksi 1 juta ton line baru. Proyek ekspansi HSM ini diekspektasikan dapat selesai pada tahun 2014.

Pada Q1 2012 ini, pembangunan pabrik PT Krakatau Posco pada tahap I telah mencapai 15,1% dan dijadwalkan rampung pada bulan Desember 2013. Proses penyiapan lahan berupa pematangan lahan telah selesai dilakukan oleh kontraktor Waskita Karya. Sementara untuk pembangunan pabrik, pekerjaan dilakukan oleh Konsorsium POSCO E&C dan PT Krakatau Engineering, dimana pembangunan saat ini dalam tahap konstruksi pabrik. Pabrik PT Krakatau Posco ini merupakan pabrik baja patungan antara PT Krakatau Steel dan Pohang Iron and Steel Corp (POSCO) Korea Selatan.

Selain revitalisasi fasilitas produksi, perusahaan juga melakukan langkah-langkah pengembangan infrasturktur antara lain pengembangan pelabuhan untuk mendukung Blast Furnace dan joint venture PT Krakatau Posco. Pengembangan pelabuhan dilakukan untuk Dermaga 3, dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang ditargetkan selesai pada triwulan 4 tahun 2012. Sementara, untuk dermaga PT Krakatau Posco saat ini sedang dalam kajian teknis.

Kemudian pengembangan pembangkit tenaga listrik yang saat ini tengah mencapai 21,5%, dengan ekspektasi penyelesaian untuk konstruksi Combined Cycle Power Plant 120 MW pada triwulan 3 tahun 2013, dan Gas Turbine pada triwulan 4 tahun 2012.

Dan pengembangan Suplai Air Tahap I dengan pendalaman waduk untuk peningkatan kapasitas Waduk Krenceng, yang saat ini penyeleasaiannya telah 100% rampung.

Perkembangan Pasar Baja

Mengenai perkembangan pasar baja, dapat disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia stabil dan permintaan baja membaik sejak Tahun Baru China. Permintaan baja di Indonesia juga meningkat di Q1 2012, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang positif.

Sementara, harga HRC di pasar Asia secara perlahan meningkat sejak bulan Januari 2012. Sentimen pasar secara umum masih negatif namun mulai membaik, dan permintaan baja diperkirakan akan meningkat di Q2 2012. Harga baja di Asia diprediksi menguat lebih lanjut di triwulan 2, dan kenaikan harga ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan di wilayah lain. Konsumsi baja di Indonesia terus tumbuh dan katalis permintaan baja tetap kuat.

 Dilihat : 14208 kali