13 November 2007
Lima BUMN "Go Public" Tahun 2008

KEMENTERIAN Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan tahun depan sebanyak lima BUMN dipastikan bakal melenggang di bursa untuk menawarkan sahamnya kepada masyarakat (go public)..

"Yang jadi subject untuk revitalisasi dan privatisasi ada sekitar 16 BUMN yang kita tawarkan. Tetapi untuk saat ini yang lebih potensial masuk ke pasar modal ada sekitar lima BUMN," kata Meneg BUMN Sofyan Djalil, selesai acara pencatatan perdana saham PT Jasa Marga, di Bursa Efek Jakarta, Senin (12/11).

Ia menjelaskan pihaknya akan menyiapkan BUMN mana saja yang dinilai siap untuk digo public-kan. "Intinya kita akan mensupply lebih banyak perusahaan ke pasar modal," ujarnya.

Dia menambahkan sektor perkebunan, yang mungkin siap dan punya potensi masuk ke pasar modal. Tetapi, semuanya tergantung dari perusahaan itu sendiri. ' Namun, Sofyan belum bersedia merinci secara pasti perusahaan-perusahaan BUMN mana saja yang segera digo public-kan. " Kita belum lihat mana yang paling siap," kilahnya.

Dia mengatakan tujuan dari perusahaan BUMN yang akan go public tersebut untuk memperbaiki struktur BUMN itu sendiri, dan menciptakan suasana pasar modal Indonesia yang likuid. "Mudah-mudahan semua investor bisa dan memanfaatkan .momentum baik ini."
"Saat ini kita sedang mengadakan pembicaraan dengan DPR untuk meminta persetujuan. Mumpung sekarang ini musim sidang, jadi akan kita bawa masalah tersebut untuk approval," tambahnya.

Mengenai pembicaraan dengan komite privatisasi, secara teknis sudah dilakukan beberapa kali. "Kita akan minta waktu dari mereka untuk mengadakan rapat minggu depan," ujarnya. Paling siap Pjs.Deputi Bidang Usaha Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit Suprapto, menambahkan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) dinilai telah siap untuk diprivatisasi melalui penawaran saham perdana (IPO) pada 2008.

Ia mengatakan dua BUMN itu masuk ke dalam daftar tujuh dari 16 BUMN yang akan diprivatisasi melalui metode IPO. Selain BTN dan Jasindo, lima BUMN lainnya dalam daftar itu adalah PT Krakatau Steel (atau anak usahanya), PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Waskita Karya. "Untuk BUMN keuangan lainnya sepertinya belum siap untuk diprivatisasi tahun depan."

Meskipun BTN sempat diwacanakan untuk diakuisisi atau digabung sebagai divisi perumahan perbankan atau lembaga lain karena dinilai mengalami miss match pembiayaan, menurut Parikesit, BTN hingga kini tetap masih berada dalam daftar privatisasi 2008.

Kedua BUMN tersebut masih dalam kajian di tingkat Kementerian Negara BUMN untuk kemudian hasil kajian diserahkan kepada Komite Privatisasi. Apabila mendapat persetujuan draft kajian akan dikonsultasikan kepada DPR.

Pada 2008 pemerintah berencana "menjual" 16 BUMN. Selain tujuh BUMN yang akan diprivatisasi dengan cara IPO, sembilan lainnya adalah PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri Sandang, PT Sarana Karya, PT INTI, PT JIEP, PTSIER, PT Rekayasa Industri, dan PT Bank Bukopin.
Kesembilan BUMN tersebut akan diprivatisasi melalui metode penjualan strategis.

Pada kesempatan ini, Parikesit juga mengatakan pihaknya masih terus mengkaji rencana pergantian badan hukum Pegadaian dari perusahaan umum menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan ditargetkan selesai sebelum Desember 2007.

Sebelumnya, telah dilakukan kajian di tingkat manajemen yang dilanjutkan dengan kajian di tingkat deputi yang dipimpinnya. Hasil kajian kemudian diserahkan dan dibahas bersama di tingkat Kementerian seperti yang saat ini tengah dilakukan.

"Pembahasan awal dari tingkat Kementerian kemudian diajukan pada Menteri Hukum dan HAM setelah itu Pegadaian sudah menjadi PT," katanya. Proses tersebut tengah diupayakan rampung sebelum tutup tahun 2007.

Menurut dia, pergantian status badan hukum Pegadaian tidak serumit BUMN asuransi lainnya yang harus terlebih dahulu dilaporkan ke Bapepam-LK atau BUMN perbankan yang harus dilaporkan ke BI. (iz)

Sumber : Pelita, Page : 2

 

 Dilihat : 2390 kali