10 November 2007
ANAK USAHA KRAKATAU STEEL KHI Pipe Masuk Bursa pada Semester 1 2008

JAKARTA: PT Krakatau Steel dan PT KHI Pipe punya nasib berbeda. Krakatau akan lebih dulu menjual sebagian saham anak usahanya itu ke publik melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun depan. Selanjutnya, barulah perusahaan pelat merah itu IPO setahun berikutnya.

"IPO KHI Pipe akan dilaksanakan paling lambat semester pertama 2008," kata Fazwar Bujang, Direktur Utama Krakatau Steel, seusai acara pelantikan dirinya di Jakarta, kemarin (9/11).

Padahal, awalnya aksi korporasi itu bakal diselenggarakan tahun ini. Menurut dia, penundaan itu karena masih ada masalah administrasi. Yaitu, perlu tidaknya persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas IPO anak usaha badan usaha milik negara (BUMN).

Namun, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil sudah memberikan lampu hijau dan punya solusi atas rencana tersebut. ''Izin DPR nanti hanya prosedurnya saja," imbuh dia, pada kesempatan yang sama.

Sekadar mengingatkan, jika nanti IPO itu terlaksana, Krakatau Steel akan melepas sekitar 40% saham KHI Pipe ke publik. Target perolehan dana dari aksi korporasi ini berkisar Rp 110 miliar hingga Rp 120 miliar.

Setelah hajatan tersebut rampung, barulah Krakatau Steel melakukan hal yang sama. Menurut Fazwar, IPO perusahaan produsen baja terbesar di Indonesia ini bakal dilaksanakan pada tahun 2009. Nah, Krakatau akan menggunakan dari hasil IPO itu untuk memperbesar nilai investasi dan membiayai proses modernisasi alat dan mesin pabrik miliknya. Hal ini meliputi modernisasi fasilitas pabrik, seperti pembuatan baja tahan karat, pembuatan besi, dan alat-alat lainnya.

"Tujuannya agar kualitas dan produktivitasnya jadi lebih baik," imbuh dia. Dengan begitu, Krakatau Steel bisa memperbaiki daya saing terhadap perusahaan sejenis di luar negeri. Adapun proses pelaksanaannya akan dimulai tahun depan.

Menurut Fazwar, biaya buat modernisasi alat dan mesin pabrik ini mencapai US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun. Sumbernya dari kas internal, seperti hasil IPO, dan pinjaman eksternal. "Obligasi termasuk pilihan yang akan kami lakukan," imbuh dia. Namun, kepastiannya tergantung dan opsi pembiayaan yang paling efisien dan murah.

(Sumber : Harian Kontan)

 Dilihat : 2644 kali