10 November 2007
Krakatau Steel kaji penerbitan obligasi

Oleh M. Munir Haikal Bisnis Indonesia JAKARTA: PT Krakatau Steel mengkaji rencana penerbitan obligasi untuk membiayai modernisasi pabrik yang diperkirakan menelan biaya US$130 juta.

Seiring dengan rencana itu pabrik, Kementerian BUMN menunda rencana penawaran umum perdana saham perusahaan baja tersebut yang direncanakan berlangsung pada 2008 menjadi 2009.

Namun, penawaran umum perdana (initia/ public offering/lPO) anak perusahaan Krakatau Steel yaitu PT Pelat Timah Nusantara dan PT KHI Pipe Industri direncanakan berlangsung tahun depan., Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang menjelaskan modernisasi pabrik Krakatau Steel dilaksanakan tahun depan.

"Keperluan dana untuk modernisasi pabrik mencapai US$130 juta. Sumber pendanaan sedang disiapkan skemanya. Obligasi menjadi salah satu alternatif untuk melengkapi sumber dana dari internal," ujarnya kemarin.

Dia memaparkan modernisasi ini mencakup fasilitas pabrik yang sudah ada seperti pengolahan bijih besi (iron making), pembuatan baja (steel making), dan pembuatan lembaran canai baja (rolling miE)."Tahun depan, kami Menargetkan kajian teknisnya sudah siap, sehingga bisa memulai proses tendernya."

Dia juga mengatakan IPO Krakatau Steel baru bisa digelar pada 2009 karena perseroan akan direstrukturisasi ataupun direvitalisasi.
Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan penundaan IPO Krakatau Steel seiring dengan penyelesaian program restrukturisasi.
"Namun, IPO anak perusahaan Krakatau Steel tetap berjalan sesuai rencana pada tahun depan."

Kementerian BUMN melantik jajaran direksi 25 perusahaan pelat merah kemarin. Di Krakatau Steel pemerintah memberhentikan lima orang anggota komisaris yaitu Amir Sambodo, Dody Syaripudin, Tubagus Ronny R. Nitibaskara, Ngapuli Irmea Sinisuka dan Boni Siahaan. Komisaris yang diangkat adalah Kemal Stamboel, Ansari Bukhari, Anwar Supriadi, dan Alexander Rusli.

Jajaran direksi Krakatau Steel yang diberhentikan adalah Daenuihay dan Satya Graha Somantri, sedangkan direktur keuangan yang lama yaitu Fazwar Bujang diangkat sebagai Dirut menggantikan Daenulhay.

Kementerian BUMN juga menunjuk Sukandar sebagai Direktur Keuangan, Dadang Danusiri sebagai Direktur SDM dan Umum serta Irvan Kamal Hakim sebagai Direktur Pemasaran.

Krakatau Steel menunjuk PT Trimegah Securities Tbk untuk menangani divestasi 35% saham anak perusahaannya, PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa).PT Danatama Makmur sebagai penjamin pelaksana emisi 32,5% saham PT KHI Pipe Industries untuk meraup dana segar Rp118 miliar.

KHI Pipe juga memilih PT Danareksa Sekuritas sebagai konsultan keuangan yang akan membantu rencana masuk bursa saham tersebut.

Rencananya, jumlah saham yang ditawarkan KHI sebesar 40,25% dari total kepemilikan. Jumlahnya mencapai satu miliar saham dengan perkiraan harga Rp105 sampai Rp115 per saham. Selain itu, disertai juga dengan 200 juta waran I.Krakatau Steel menguasai 97,72% saham KHI dan selebihnya dimiliki oleh PT Indhsana.

Total rugi bersih Grup Krakatau Steel pada tahun lalu diperkirakan Rp97,49 miliar dengan kontribusi kerugian terbesar dari induk perusahaan yaitu Krakatau Steel senilai Rp193,89 miliar."

Perkiraan kerugian itu sekaligus memastikan target yang ditetapkan dalam anggaran 2006 tak tercapai. Padahal, dalam anggaran 2006 tersebut ditetapkan 11 perusahaan yang berada dalam grup Krakatau Steel bisa mengantongi laba bersih hingga Rp 109,51 miliar.

Sumber : Bisnis Indonesia

 Dilihat : 2718 kali