10 November 2007
Krakatau Steel Bisa IPO 2009

JAKARTA (SINDO)Penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) PT Krakatau Steel (KS) tidak dapat dilakukan tahun depan. Pasalnya,KS terlebih dahulu dapat melakukan program revitalisasi dan restrukturisasi.

"Tidak bisa tahun depan karena masih ada program revitalisasi agar KS bisa lebih baik," kata Meneg BUMN Sofyan Djalil seusai pelantikan direksi dan komisaris 28 BUMN di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, meski IPO KS tidak bisa dilakukan tahun depan, anak usaha KS akan didorong agar dapat go public tahun depan.
Semula, IPO KS diusulkan tahun ini, kemudian berubah menjadi tahun depan. Namun,' rencana tersebut tampaknya harus ditunda lagi.

Sementara itu IPO anak usaha KS,yakni PT KHI Pipe Industry, yang sudah didaftarkan ke Bapepam, juga masih harus menunggu surat persetujuan DPR.

Direktur Utama KS Fazwar Bujang membenarkan IPO KS tidak bisa dilakukan di tahun depan karena perseroan sedang berkonsentrasi untuk restrukturisasi guna meningkatkan keuntungan. Sementara IPO anak usahanya, yaitu KHI Pipe Industry, dapat dilakukan paling lambat semester 1/2008.

Fazwar menguraikan, restrukturisasi KS tersebut termasuk modernisasi fasilitas pabrik yang membutuhkan dana USD130 juta. Modernisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan menghemat energi. ''Dengan begitu, menjadi lebih efisien dan kualitas dan produktivitas lebih baik,"kata dia.

Dia menuturkan, kajian modernisasi tersebut sudah matang. Namun, pelaksanaannya menunggu KS' untuk melakukan proses tender, negosiasi, dan lain-lain. Sementara untuk masalah pendanaan dari modernisasi tersebut berasal dari dana internal dan pendanaan dari luar. KS juga sedang mengkaji penerbitan obligasi."Itu (obligasi) termasuk pilihan yang akan kita lakukan. Kita masih memilih mana yang paling cepat dan hemat," ujarnya.

Seperti diberitakan SINDO sebelumnya, untuk mempercantik diri, KS juga tengah menjajaki aliansi strategis (strategic partnership) dengan sejumlah perusahaan asing dan domestik. Selain mengantisipasi maraknya ancaman asing, langkah ini dilakukan untuk menaikkan nilai perseroan menjelang IPO.

Sejumlah perusahaan yang dijajaki antara lain Nanjing & Iron Steel Co Ltd, Ispat International Ltd, Essar International Ltd, Bao Steel Ltd, dan China Nickel Resources. Langkah tersebut juga bertujuan untuk mencapai target produksi 10 juta ton per tahun pada 2010 di tengah gempuran produk asing. Saat ini,KS hanya mampu memproduksi sekitar 3-4 juta ton per tahun.

Hingga September 2007, KS membukukan laba' sebelum pajak Rp440,165 miliar, sementara laba bersih mencapai Rp292.198 miliar. KS menargetkan hingga akhir 2007, laba kotor perusahaan mencapai Rp536,654 miliar dengan laba bersih diproyeksikan Rp368,735 miliar. (nunung ahniar)

Sumber : harian Seputar indonesia

 Dilihat : 2736 kali