17 September 2010
Safeguard Kawat Segera Diterapkan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap instrumen pengamanan perdagangan (safeguard) kawat segera diterapkan pada akhir September 2010. Apalagi, seluruh proses pengajuan safeguard kawat sudah rampung.
 
Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Anshari Bukhari menjelaskan, keputusan penerapan safeguard kawat saat ini masih berada di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.
 
"Mengingat masa libur Lebaran yang panjang, hingga saat ini instrumen itu masih belum sempat untuk diterapkan. Kami menilai beberapa hal sudah dibahas dan disepakati. Memang masih ada beberapa rapat lagi yang harus dilakukan. Tapi kami berharap keputusan safeguard segara terbit dan diberlakukan pada September ini," ungkap Anshari yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (14/9).
 
Dia menerangkan, rapat finalisasi masih harus dilakukan untuk mengkonfirmasi perlu tidaknya pengecualian terhadap beberapa produk kawat tertentu. Sedangkan produk kawat yang akan dikenakan safeguard antara lain impor kawat bindrat, kawat seng, dan tali kawat baja.
 
"Karena itu kami ingin memastikan seberapa jauh adanya pengecualian terhadap varian kawat. Hal ini dilakukan agar dalam implementasi safeguard nantinya bisa berjalan dengan baik dan optimal," jelas dia.
 
Anshari membantah apabila safeguard kawat saat ini tertahan di BKF. Ia menjelaskan hal tersebut merupakan proses dari pengajuan penentuan safeguard. Soalnya, lanjut dia, Menteri Keuangan meminta BKF untuk mengkoordinasikan usulan safeguard tersebut dengan stakeholder terkait, termasuk Kemenperin dan Bea Cukai. "Jadi bukan tertahan, tapi memang proses untuk pemberlakukan safeguard seperti itu," tegas dia.

Keputusan safeguard tersebut sudah dinanti-nantikan oleh para pelaku usaha dalam negeri yang merugi akibat melonjaknya impor ketiga produk itu.
 

(Sumber: Investor Daily Indonesia)
http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=89286

 Dilihat : 11182 kali