05 Agustus 2010
PT Krakatau Steel & POSCO Mendirikan Perusahaan Patungan Pabrik Baja Terpadu di Indonesia

Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) bersama Pohang Iron and Steel Company (POSCO)  dari Korea Selatan, hari ini bertempat di Kementrian BUMN, menandatangani kesepakatan untuk mendirikan dan mengoperasikan perusahaan patungan pabrik baja terpadu di Indonesia.

Perbandingan kepemilikan saham antar kedua perusahaan dimulai dengan 70% untuk POSCO dan 30% untuk PT Krakatau Steel yang akan bertambah menjadi 45% satu tahun setelah Final Acceptance Certificate (FAC) dengan cara membeli 15% saham dari POSCO, sehingga kepemilikan saham menjadi 55% : 45%. Kapasitas produksi pabrik baja terpadu adalah 6 juta ton yang dibangun dalam 2 tahap, masing-masing dengan kapasitas 3 juta ton. Konstruksi tahap pertama akan dimulai pada semester kedua tahun ini dan ditargetkan selesai pada Desember 2013. Lahan konstruksi adalah lahan kosong yang terletak di samping pabrik PT Krakatau Steel di kota pelabuhan Cilegon, sebelah Barat Laut Pulau Jawa, Indonesia.

Setelah acara penandatangan Joint Venture Aggreement (JVA) yang dilakukan hari ini, akan dilakukan pertemuan dengan Presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang menaruh perhatian besar dan mendukung penuh proyek ini. CEO POSCO, Chung Joon Yang menyampaikan, "Kami mohon dukungan aktif dari Pemerintah Indonesia. Melalui kesempatan ini kami juga akan mengkaji aneka bentuk kerja sama di berbagai bidang seperti infrastruktur, energi, dan lain-lain."

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Fazwar Bujang menyatakan, "Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terjadinya kerjasama antara PT Krakatau Steel dan POSCO, sehingga pembangunan pabrik baja ini dapat dimulai dan kami yakin upaya ini dapat memajukan industri baja di Indonesia dan regional, serta memperkuat basis industri manufaktur di Indonesia."

Dari segi pembangunan pabrik baja terpadu, proyek investasi ini adalah proyek greenfield yang harus didukung dengan penambahan kapasitas terpasang dan infrastruktur yang sudah dimiliki PT Krakatau Steel saat ini, seperti pelabuhan, pengolahan air untuk industri, pembangkit listrik, berikut jaringan distribusinya.

Proyek investasi ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas terhadap Indonesia, antara lain : peningkatan pendapatan dari sektor penerimaan pajak, penghematan devisa, peningkatan penyerapan tenaga kerja, serta menciptakan peluang tumbuhnya industri pendukung.

Rencana investasi tersebut di atas akan didukung oleh sumber daya nasional mengingat Indonesia memiliki cadangan bijih besi kurang lebih 2,4 milyar ton dan batu bara sebesar kurang lebih 13 miliar ton. Melalui pengembangan bersama bahan baku baja, perusahaan patungan ini diharapkan dapat menghasilkan produksi dengan harga kompetitif sehingga menciptakan keunggulan bersaing dan keuntungan bagi kedua perusahaan. Di masa yang akan datang, pada saat permintaan produk baja semakin meningkat, diharapkan hasil produk perusahaan patungan yang kompetitif tersebut dapat disalurkan tidak hanya di pasar domestik Indonesia namun juga diekspor ke berbagai pasar regional, antara lain India, daerah Asia Tenggara dan sekitarnya.

(Sumber: Press Release PT Krakatau Steel)

 Dilihat : 11335 kali