28 April 2010
KS Akan Pasok Baja Otomotif 10%

JAKARTA: BUMN produsen baja, PT Krakatau Steel (KS), akan meningkatkan pasokan baja kepada industri otomotif menjadi 10%. Saat ini kontribusi perusahaan pelat merah itu untuk memenuhi kebutuhan baja industri otomotif hanya 5%.
 
Menurut Direktur Pemasaran KS Irvan Hakim, perseroan membutuhkan waktu sedikitnya dua tahun untuk bisa meningkatkan kontribusi ke sektor otomotif. "Minimal perlu waktu dua tahun untuk peralatan baru sehingga kami mampu memproduksi sesuai kualitas standar kebutuhan industri otomotif," ujarnya di Jakarta, Senin (26/4).
 
Selama ini, lanjut dia, industri otomotif nasional membutuhkan pasokan baja canai panas (hot rolled coils/HRC) sebanyak 236 ribu ton per tahun dan baja canai dingin (CRC) 293 ribu ton per tahun. Dari jumlah itu, KS hanya mampu memasok sekitar 5%. "Baja otomotif lebih banyak diimpor, sebagian besar dari Jepang," ujarnya.
 
Dia menerangkan, KS juga berniat menggenjot penjualan ekspor hingga 15% tahun ini. Sebelumnya, ekspor baja KS hanya 7% dari total penjualan. Menurut dia, KS berani menggenjot ekspor jika nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp 9.200-9.300/US$. "Kalau rupiah menguat, kami terpaksa kurangi ekspor karena tidak untung," katanya.
 
Pada kuartal I-2010, kata dia, KS menjual 593 ribu ton baja berupa finish product. Angka penjualan itu naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 391 ribu ton. "Penjualan kami naik 52% karena demand meningkat. KS menargetkan penjualan baja pada tahun ini mencapai 2,4 juta ton," ujarnya.
 
Menurut dia, hingga akhir 2010, permintaan baja nasional diprediksi meningkat menjadi 8 juta ton. Sedangkan permintaan baja dunia diperkirakan naik 12% pada tahun ini. Pada tahun lalu, permintaan baja dunia mencapai 1,3 miliar ton.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 3694 kali