23 Februari 2010
BSN Jajaki Kerjasama Standar Baja dengan Jepang

JAKARTA. Pemerintah terus berupaya memperbaiki aturan standar produk di dalam negeri. Kali ini, Badan Standarisasi Nasional (BSN) menjajaki untuk menyusun standarisasi alat pendigin baja. Dalam penjajakan tersebut BSN akan menggandeng pusat standarisasi Jepang.

"Mereka (Jepang) mengajak Indonesia untuk menyusun standar internasional bersama China, Jerman, dan Korea," kata Bambang Setiadi, Kepala Badan Standarisasi Nasonal (BSN), Selasa (23/2).

Bambang menyebutkan, alat yang akan diuji itu adalah pendingin baja yang sudah dalam proses pembentukan. Cara kerjanya, adalah mendinginkan baja yang baru selesai diolah dan masih dalam kondisi panas. "Semakin cepat dia dingin maka semakin tinggi tingkat kekuatannya," jelas Bambang.

Menurut Bambang, metode pendinginan tersebut memang belum berkembang tetapi suatu saat nanti akan digunakan oleh industri baja. Namun, keikutsertaan Indonesia menurut Bambang hanya akan dilakukan jika teknologinya itu bisa dibawa ke Indonesia dan digunakan perguruan tinggi di Indonesia. "Saya ajukan syarat agar teknologi itu bisa dibawa ke Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi di dalam negeri harus banyak menguasai isu dan keilmuan tentang standar. Sehingga ilmu soal standar produk diharapkan bisa disosialisasikan dan berkembang di Universitas. Target Bambang adalah lahirnya ahli standarisasi yang akan menguji produk-produk yang ada di Indonesia.


(Sumber: Kontan Online)

 Dilihat : 10165 kali