08 November 2007
Bisnis bank syariah dunia tumbuh 29,7%

Oleh Fahmi Achmad Bisnis Indonesia JAKARTA: Total aset perbankan syariah seluruh dunia meningkat 29,7% atau mencapai US$500,5 miliar pada akhir 2006 dan diperkirakan terus tumbuh dua kali lipat pada jangka pendek.

Peningkatan jumlah aset bank syariah yang signifikan tercantum dalam daftar Top 500 Islamic Financial Institutions yang disusun HSBC Amanah dan The Banker, sebuah majalah keuangan global milik Financial Times Group.

Daftar yang mencakup perbankan syariah di 47 negara ini, menunjukkan layanan keuangan syariah sedang mengalami pertumbuhan hampir dua kali lebih pesat dibandingkan dengan perbankan konvensional.

"Analisis yang ada menunjukkan bahwa besarnya aktivitas keuangan syariah secara global bahkan belum sepenuhnya tercatat," ujar siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.

Penelitian mengenai keuangan syariah ini mencakup angka-angka detail mengenai besarnya pasar layanan keuangan syariah yang didapatkan dari lembaga-lembaga keuangan syariah ini.

Mohammed Hassan Ismaeel, Global Head of Marketing, HSBC Amanah mengatakan pihaknya telah menciptakan suatu standar bagi industri keuangan syariah di dunia melalui berbagai inovasi dan standar praktik yang terbaik.

Stephen Timewell, Editor-in-Chief of The Banker mengklaim daftar 500 lembaga keuangan syariah teratas ini dapat menjadi acuan seperti daftar 1.000 bank teratas di dunia yang diterbitkannya pada Juli lalu.

Daftar berisi 525 lembaga ini tidak hanya menyediakan perincian berdasarkan aset syariah, tetapi juga termasuk perincian para pemain utama industri ini di tingkat negara dan secara regional, serta pertumbuhannya, keuntungan, serta underwriter league tables.

Selain 292 bank, yang mencakup bank syariah penuh ataupun bank-bank yang memiliki unit syariah atau menawarkan produk-produk syariah, daftar ini juga mencakup 115 investment hank syariah dan perusahaan pembiayaan syariah, dan 118 perusahaan asuransi.

Di Indonesia, perbankan syariah yang berisi 24 pemain yang termasuk 3 bank umum syariah membukukan total aset Rp30,l triliun per Agustus 2007 atau baru memiliki pangsa 1,7% dari total industri perbankan.

Namun, hal itu tidak menggoyahkan ambisi HSBC Amanah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan bisnis syariah baik korporasi, ritel maupun perbankan internasional di wilayah Asia Pasifik.

Potensi Indonesia Mahmoud Abushamma, Head of HSBC Amanah Syariah mengatakan pihaknya memiliki komitmen jangka panjang untuk mengoperasikan bisnis syariah di Indonesia. Hal ini, ujarnya, mengingat potensi yang besar di Tanah Air.

"Dengan membuka cabang syariah penuh ini, kami ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnis syariah di Asia Pasifik. Paling tidak bisa melampaui Malaysia," katanya, baru-baru ini.

Pada 2004, divisi syariah bank asal Inggris ini melakukan sindikasi murabahah untuk PT Pertamina dengan nilai US$322 juta, yang dilanjutkan pada 2006 dengan pinjaman sebesar US$200 juta.

Tahun ini, HSBC Amanah juga melakukan sindikasi murabahah internasional untuk PT Krakatau Steel dengan total nilai US$50 juta. Sementara itu, sindikasi untuk PT Berlian Laju Tanker Tbk senilai US$128 juta. (fahmi.achmad@bisnis.com)

Sumber : Bisnis Indonesia

 Dilihat : 2386 kali