16 Dessember 2009
Krakatau Steel IPO Saham Oktober 2010

JAKARTA: PT Krakatau Steel (Persero) akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada Oktober 2010. Perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp 1-2 triliun.
 
"Kami akan melepas sekitar 20-30% saham kepada publik melalui listing perdana. Dana hasil IPO saham akan dimanfaatkan untuk menambah dana revitalisasi serta modernisasi pabrik perseroan ke depan," kata Dirut KS Fazwar Bujang usai pencatatan saham perdana PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (14/12).
 
Krakatau Steel akan revitalisasi serta modernisasi pengolahan baja perseroan senilai US$ 465 juta. Alokasi dana dari eksternal, seperti pinjaman bank, mencapai 60% atau setara dengan US$ 279 juta. Sedangkan sisanya berasal dari kas internal dan hasil penawaran umum perdana saham. Krakatau Steel memproduksi sebanyak 2,5 juta ton baja per tahun.
 
Fazwar menjelaskan, pihaknya sudah mengantungi persetujuan divestasi saham dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Menteri Negara BUMN periode 2004-2009. Meski demikian, pihaknya belum menetapkan penjamin pelaksana emisi (underwriter).
 
Dia mengungkapkan, perseroan akan mengalokasikan opsi penjatahan tetap (fixed allotment) kepada perusahaan baja dunia, seperti Nippon Steel. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan persentase saham yang dijual lewat fixed allotment kepada Nippon Steel.
 
"Kami akan memberikan jatah saham IPO Krakatau Steel kepada konsorsium Nippon. Besarnya saham yang diserap sangat tergantung kepada komitmen Nippon," ungkapnya.
 
Konsorsium Nippon Steel baru saja membeli sebanyak 55% saham Krakatau Steel di Latinusa. Nilai penjualan saham itu sekitar US$ 59,5 juta atau pada harga Rp 406 per saham.
 
Vice President Nippon Steel Corporation Kozo Uchida mengatakan,  pihaknya membuka kemungkinan untuk membeli saham induk usaha Latinusa ini melalui mekanisme go public. "Opsi membeli saham Krakatau Steel melalui pasar modal selalu terbuka demi kepentingan dan kemakmuran industri baja di Indonesia," ujarnya.
 
Krakatau Steel juga telah menjalin komitmen dengan sejumlah produsen baja global, seperti Pohang Iron and Steel Corporation (Posco) dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan kapasitas produksi 6 juta ton per tahun.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 5531 kali