10 Dessember 2009
IPO Saham Latinusa dan Bumi Citra Oversubscribed

JAKARTA: PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saham perdana (initial public offering/IPO) sekitar 1,1 kali dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 504,6 juta unit.
 
Direktur Investment Banking Bahana Securities Andi Irawan Sidharta mengatakan, nilai permintaan saham Latinusa yang masuk mencapai Rp 350 miliar dengan harga Rp 325 per unit. Nilai ini melebihi target  perolehan dana IPO saham perseroan senilai Rp 164 miliar dengan harga penawaran Rp 325 per unit.
 
“Respons pasar sangat positif terhadap saham Latinusa selama proses bookbuilding berlangsung. Jumlah permintaan investor terhadap saham Latinusa pada harga Rp 325 per unit mencapai Rp 350 miliar. Angka ini jauh di atas target dana sekitar Rp 164 miliar,” ujarnya kepada Investor Daily, di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Meskipun permintaan investor sangat tinggi, menurut dia, Latinusa tidak akan menambah porsi saham yang dijual kepada publik. Perseroan memutuskan untuk tetap menjual 20% saham atau setara dengan 504,6 juta unit.
 
Tingginya permintaan saham Latinusa, menurut Direktur Utama Latinusa Ardhiman TA,  menunjukkan besarnya respons masyarakat terhadap kinerja keuangan perseroan. “Minat kalangan investor terhadap saham Latinusa sangatlah positif,” ujarnya melalui siaran pers kepada Investor Daily.
 
Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif IPO saham dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 4 Desember 2009. Masa penawaran akan berlangsung pada 7-8 Desember 2009 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Desember 2009. Latinusa hanya mengalokasikan 3% saham untuk pooling.
 
Ardhiman mengatakan, Latinusa akan menggunakan dana hasil IPO saham untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) dan merubah (revamping) fasilitas pabrik serta penambahan unit mesin baru (scroll cutting) tahun depan. Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi pelat timah (tinplate) dari 130 ribu ton menjadi 160 ribu ton per tahun. Kapasitas produksi ini hampir menyamai konsumsi nasional sekitar 180-200 ribu ton.
 
Hingga kini, perseroan menguasai pangsa pasar tinplate nasional sebesar 57,5% pada 2008 setelah berhasil memproduksi 111,4 ribu metrik ton. Pihaknya optimistis kebutuhan pelat timah domestik masih besar, sehingga perseroan segera menaikkan kapasitas produksinya.
 
PT Krakatau Steel menguasai 93,87% saham Latinusa dan sisanya sebanyak 6,13% dimiliki oleh PT Baruna Inti Lestari. Namun setelah IPO saham kepemilikan saham Krakatau Steel bakal turun drastis, menyusul masuknya Nippon Steel Corp, Nippon Steel Trading, Mitsui & Co, Metal One, dan investor publik sebagai pemegang saham perseroan.
 

Sekitar 150%

Sementara itu, penawaran umum perdana saham PT Bumi Citra Permai Tbk mengalami oversubscribed sebanyak 1,5 kali atau sekitar 150%. Perseroan menawarkan sebanyak 500 unit saham dengan harga Rp 110 per saham.
 
Director Investment Banking Overseas Securities Rudy Tuahunse selaku underwriter mengatakan, pihaknya mengalokasikan jatah saham secara fix allotment sebesar 97% dan sisanya melalui pooling. “Tetapi untuk komposisi investor institusi dan ritel belum bisa diketahui,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Perseroan berharap dapat mengantungi dana segar senilai Rp 55 miliar melalui pelepasan sebanyak 500 juta unit saham seharga Rp 110 per unit. Menurut dia, harga ini mencerminkan price earning ratio (PER) sekitar 9-10 kali atau terdiskon dibandingkan dengan PER industrinya.
 
Pihaknya juga menerbitkan 245 juta waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru. Waran tersebut diberikan dengan rasio setiap pemegang 100 saham berhak atas 49 waran yang berjangka waktu tiga tahun.
 
Dalam dokumen pernyataan pendaftaran IPO Bumi Citra disebutkan sebanyak 70% dana hasil IPO digunakan untuk membiayai pembebasan lahan seluas 40 hektare di Kecamatan Cikupa, Tangerang. Sedangkan 20% lainnya untuk mendanai pematangan lahan (cut and fill) dan pembuatan drainase. Adapun sisanya sebanyak 10% untuk menambah modal kerja perseroan.
 
Perseroan akan mencatatkan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Desember 2009. Setelah IPO saham, kepemilikan saham PT Bumi Citra Investindo akan menjadi 58,08% saham.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)

 Dilihat : 4335 kali